Dari Sampah Jadi Pupuk: KWT Ciharashas Didampingi IPB Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Admin
3 Des 2025 15:35
News 0 220
2 menit membaca

ANGKARANEWS.ID– Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian (PPP) Sekolah Vokasi IPB University melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Good Handling Practices (GHP) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas, Kelurahan Mulyaharja, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan ini dibuka oleh Lurah Mulyaharja, Muslim, yang menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang memberikan manfaat nyata. “Apa yang telah dipelajari ibu-ibu, semoga bisa diterapkan dan terus digunakan dalam kegiatan KWT,” ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Faisal, PIC PPM 2025 Tri Budiarto, S.KPm., M.Si., Ketua KWT Ciharashas Uum, serta Kaprodi PPP Muhammad Iqbal Nurulhaq, S.P., M.Si., didampingi dosen-dosen PPP. Kehadiran dua mahasiswa dan seorang dosen dari Ibaraki, Jepang, turut memperkaya kegiatan dengan berbagi perspektif internasional.

Setelah sesi pembukaan dan makan siang, kegiatan berlanjut dengan monitoring langsung di lahan. Anggota KWT mempraktikkan kembali penerapan K3 dan prinsip-prinsip GHP sesuai pelatihan yang pernah diberikan tim dosen IPB. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa KWT telah menerapkan prosedur pemanenan dan penanganan hasil panen dengan baik dan higienis.

Pada kesempatan yang sama, tim melakukan pengecekan hasil pembuatan kompos dalam compost bag. Kompos yang berasal dari sampah rumah tangga dan sisa panen menunjukkan kualitas yang baik, dengan tekstur menyerupai tanah, warna hitam, suhu normal, dan tidak berbau. Kompos ini akan dimanfaatkan sebagai pupuk di lahan pertanian konvensional mereka.

Kegiatan ditutup dengan pengisian kuesioner evaluasi untuk mengukur pemahaman materi. Kaprodi PPP, Muhammad Iqbal Nurulhaq, berharap kerja sama ini berkelanjutan. “Semoga KWT Ciharashas terus berkembang dan akan tetap menjadi laboratorium sosial serta ruang belajar bagi mahasiswa kami,” harapnya.

Monev ini menjadi langkah penting untuk memastikan praktik budidaya di KWT Ciharashas semakin aman, higienis, dan berkelanjutan, sekaligus mempererat kolaborasi antara Prodi PPP SV IPB dan masyarakat Mulyaharja.***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *