
ANGKARANEWS.ID– Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir kembali memicu bencana tanah longsor di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sedikitnya delapan rumah warga dilaporkan terdampak pergeseran tanah, dengan rincian dua rumah mengalami kerusakan dan sisanya berada dalam kategori terancam.
Berdasarkan data yang dihimpun, delapan rumah tersebut tersebar di empat lokasi berbeda. Dua rumah di Kampung Sirangap dinyatakan terancam pergerakan tanah. Sementara itu, dua rumah di Kampung Nanggela Lebak dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat diterjang material longsor. Selain itu, masing-masing satu rumah di Kampung Nanggela Tonggoh dan Kampung Sindangsari juga masuk dalam kategori rawan bencana.
Menanggapi kejadian ini, Camat Nanggung, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak.
“Kami sudah turun ke lapangan mengecek langsung lokasi longsor di dua kampung yang berada di Desa Nanggung. Satu rumah terkena dampak di Kampung Nanggela dan dua rumah terancam di Kampung Sirangap,” ujar Camat Nanggung, Ae Saepuloh.
Dalam pernyataannya, Camat juga mengimbau seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terlebih pada puncak musim penghujan saat ini.
“Intensitas hujan beberapa minggu ini sangat tinggi. Kami imbau warga yang tinggal di dekat tebing atau daerah rawan longsor untuk tidak terlalu lelap tidur. Jika hujan turun terus-menerus, sebaiknya untuk sementara waktu mengungsi ke rumah saudara atau tempat yang lebih aman guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.” imbaunya.
Saat ini, proses penanganan darurat bencana telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Bogor yang berkoordinasi dengan aparatur kecamatan dan melibatkan partisipasi masyarakat setempat. (MCN)
Tidak ada komentar