Usai Tertunda Bencana, Lomba Layang-Layang Tunang di Aceh Utara Akhirnya Sukses Digelar

Admin
16 Jan 2026 20:26
Budaya 0 239
2 menit membaca

ACEH UTARA, ANGKARANEWS.ID – Gelaran Lomba Layang-Layang Tunang akhirnya berhasil dilaksanakan dengan lancar dan sukses di Gampong Lehong, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (16/1/2026).

Acara yang diinisiasi oleh Gesyik Ismail ini bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan upaya nyata untuk membangkitkan dan melestarikan jejak leluhur serta seni budaya adat Aceh yang telah hidup sejak masa kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam ratusan tahun silam.

Lomba ini sempat mengalami penundaan penyelenggaraan. Hal ini disebabkan oleh musibah banjir yang melanda wilayah tersebut. Namun, dengan semangat pantang menyerah dan setelah kondisi Aceh membaik, panitia beserta masyarakat setempat memutuskan untuk melanjutkan agenda budaya ini.

“Alhamdulillah, atas izin Allah dan dukungan semua pihak, kita bisa mewujudkan acara ini. Semangat peserta dan masyarakat adalah bukti bahwa kita tidak ingin warisan nenek moyang punah ditelan zaman,” ujar Khairuddin, Ketua Panitia Penyelenggara.

Partisipasi dalam lomba bersifat terbuka dan menarik minat puluhan peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Aceh, seperti Aceh Selatan, Aceh Timur, dan tentu saja tuan rumah Aceh Utara.

Seluruh rangkaian acara, mulai dari pembukaan, proses penilaian oleh dewan juri yang berkompeten, hingga pengumuman pemenang, berlangsung lancar dan penuh semangat kekeluargaan.

Berikut adalah daftar pemenang yang berhasil menyita perhatian dewan juri dengan karya layang tunang terbaik:

· Juara 1: Alamsyah (Aceh Utara). Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Gechik Leuhong.
· Juara 2: Muarif (Kota Pajar, Aceh Selatan). Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Khairuddin selaku Ketua Panitia.
· Juara 3: Alimin (Kede Krung, Aceh Utara). Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Samsul Bahri dari Media Angkara.

Keberhasilan acara ini diharapkan tidak berhenti di satu kali pelaksanaan. Para penyelenggara dan peserta berharap, Lomba Layang-Layang Tunang dapat menjadi agenda budaya tahunan yang mampu menginspirasi daerah lain.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang edukasi publik tentang kedalaman dan keanggunan tradisi literasi dalam budaya Aceh, menjaga nyala api kebudayaan agar terus bersinar untuk generasi mendatang. (SB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *