IPB University Sulap Lahan Sempit di Bogor Jadi Kebun Cabai Hemat Air dengan Irigasi Tetes

Admin
17 Sep 2025 05:00
Pendidikan 0 365
2 menit membaca

ANGKARANEWS.ID– Sekelompok mahasiswa IPB University dari program BIMA skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) mengadakan pelatihan budidaya cabai berbasis sistem irigasi tetes (drip irrigation).

Kegiatan yang berlokasi di Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini bertujuan mengubah lahan terbatas, termasuk bekas urugan sampah, menjadi lahan produktif yang hemat air dan efisien. Sabtu (13/09/25).

Pelatihan ini dihadiri oleh Dr. Meti Ekayani, S.Hut., M.Sc., para mahasiswa IPB, Ketua Kelompok Tani Pabuaran Hijau Bapak Husni, peserta pelatihan, serta tokoh masyarakat setempat.

Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaitek) ini menjadi jembatan antara teori akademik dan praktik lapangan, menjawab tantangan budidaya di lahan sempit.

Dalam sesi yang dipenuhi dengan presentasi interaktif dan diskusi dua arah, narasumber ahli di bidang fertigasi memaparkan beberapa materi kunci, yaitu:

1. Pengenalan manfaat irigasi tetes untuk budidaya cabai.
2. Langkah-langkah merakit sistem irigasi tetes sederhana di lahan terbatas.
3. Analisis biaya dan efisiensi dibandingkan metode penyiraman konvensional.
4. Tips dan trik perawatan tanaman cabai, termasuk pemberian nutrisi dan pengendalian hama.

Untuk mengukur efektivitas pelatihan, para peserta diberikan pre-test di awal sesi dan post-test di akhir sesi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan.

Salah satu peserta,  Muning (30 tahun), mengungkapkan baru menyadari kompleksitas budidaya cabai. “Ternyata penanaman cabai itu perlu belajar dan pemahaman yang lebih dalam, tidak hanya bebas dari gulma dan pupuk saja. Setelah pelatihan ini saya jadi tahu banyak hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai hasil yang baik,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari perwakilan masyarakat. Husni (40 tahun), Ketua Kelompok Tani Pabuaran Hijau, menyatakan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat dan memotivasi kami untuk menggemakan pertanian di Desa Cibanteng.”

Suherlan, salah satu mahasiswa IPB pelaksana program, menegaskan bahwa pelatihan ini lebih dari sekadar transfer ilmu. “Mengukur pengalaman bukan hanya memberi pengetahuan, melainkan juga menanamkan kepercayaan diri. Dengan bekal pengetahuan teruji, warga kini memiliki dasar kuat untuk memulai budidaya cabai yang hemat air, mengubah halaman rumah menjadi sumber panen yang produktif,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa program ini berfokus pada hasil terukur. “Hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 80% dari skor awal, yang mengindikasikan keberhasilan metode pelatihan yang digunakan,” pungkas Suherlan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pionir pertanian modern yang adaptif dan berkelanjutan bagi masyarakat di lahan-lahan terbatas.

(Hendrik Hidayat)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *