Sengketa Upah Pekerja P3AI di Karehkel Berakhir, Kini Sorotan Beralih ke Material

Admin
10 Nov 2025 21:44
News 0 291
2 menit membaca

ANGKARANEWS.ID– Kelompok Tani Mitra Tani, pelaksana proyek Pembangunan Penguatan Pangan dan Air Irigasi (P3AI) di Desa Karehkel, kembali menjadi sorotan. Kali ini, setelah persoalan tunggakan upah pekerja diselesaikan, sorotan beralih kepada ketersediaan bahan material proyek.

Isu ini mencuat setelah sebelumnya seorang pekerja bernama Lili melaporkan melalui media bahwa upah kerjanya beserta dua rekanannya belum dibayar. Namun, dalam perkembangan terbaru, Lili menyatakan bahwa ia lupa telah melakukan kasbon atau pinjam uang muka upah.

“Saya lupa pernah kasbon. Jadi sisa uang kerja yang belum terbayar tiga setengah hari bersama teman kerja saya yang dua orang lagi, mereka juga sama, bukan sepuluh hari tapi tiga setengah hari. Mohon maaf ya saya LUPA,” ujar Lili dalam video pernyataannya, seperti dikutip pada Minggu (9/11/2025).

Klaim Lili ini dibenarkan oleh pihak Kelompok Tani. Evi, anak dari Ketua Kelompok Tani Mitra Tani, Rosidah, yang juga menjabat sebagai staf administrasi, menjelaskan bahwa masalah upah telah diselesaikan.

“Jadi sebenarnya itu bukannya empat orang tapi tiga orang. Terus masalah upah juga itu bukannya sepuluh hari tapi tiga setengah hari, catatannya pun kami ada. Jadi dia menyatakan sepuluh hari itu dia lupa. Dia (Lili) sudah kasbon duluan, jadi sisanya tiga setengah hari untuk tiga orang itu sudah kami bayar,” jelas Evi.

Dengan demikian, persoalan tunggakan upah yang sempat viral telah menemui titik terang.

Namun, sorotan terhadap proyek ini belum berakhir. Saat dikonfirmasi mengenai isu lain, yaitu kekurangan material seperti pasir dan batu, Evi mengaku tidak sepenuhnya menangani hal tersebut.

“Soal pasir dan batu, saya harus tanyakan dulu ke ibu saya karena yang ini kan (tanggungan) ibu saya. Saya hanya yang berurusan dengan administrasi. Kalau kata KMB-nya (Kebutuhan Material Bangunan) kurang, saya akan sampaikan ke ibu saya kalau bangunan ini kurang,” pungkas Evi.

Pernyataan Evi ini mengindikasikan bahwa proyek P3AI di Desa Karehkel kini menghadapi tantangan baru, yaitu terkait kecukupan bahan material yang digunakan untuk pembangunan. Publik kini menunggu penjelasan lebih lanjut dari pimpinan proyek mengenai isu terbaru ini.

(Hendrik Hidayat)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *