
ANGKARANEWS.ID– Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung terus-menerus sejak 21 hingga 28 November 2025, dengan curah hujan mencapai 230 mm per 24 jam, telah mengakibatkan banjir besar di wilayah konsesi kebun kelapa sawit dan permukiman di sekitar Kebun Cot Girek.
Bencana ini tidak hanya menggenangi areal tanaman, tetapi juga merendam perumahan karyawan kebun, baik yang berada di dalam kompleks maupun di luar.
Beberapa dusun dalam wilayah konsesi mengalami dampak yang cukup parah, di antaranya Dusun R. Jaya, Dusun Gedubang, Dusun Pandan Wangi, Dusun Alur Dua Rupa, dan Dusun Bukit Payung. Di beberapa titik, badan jalan mengalami longsor sehingga sulit dilalui, memperparah kondisi isolasi warga.
Berdasarkan laporan terbaru, sejumlah warga terdampak terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang dinilai aman atau menumpang di rumah saudara yang tidak terendam banjir. Kabar baiknya, hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Menyikapi kondisi darurat, Manajemen Kebun Cot Girek dengan sigap menginisiasi Aksi Tanggap Darurat Bencana. Langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mendirikan Posko Tanggap Darurat dan membuka dapur umum. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan distribusi bantuan untuk membantu masyarakat dan karyawan yang menjadi korban banjir.
Selain penyediaan makanan siap santap, Manajemen Kebun Cot Girek juga memberikan bantuan langsung berupa paket sembako kepada karyawan yang tinggal di perumahan kebun (emplasmen).
Bantuan tersebut meliputi beras, mie instan, telur, dan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Aksi kemanusiaan ini dilakukan secara kolaboratif dengan Perangkat Desa Cot Girek, menunjukkan sinergi yang kuat antara pihak korporasi dan komunitas lokal. Selama masa darurat, tim telah menyalurkan ratusan nasi bungkus kepada warga yang membutuhkan di Desa Kampung Tempel, Desa Kampung Bantan, Dusun R. Jaya, dan Dusun LBK.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dan karyawan kami selama masa pemulihan ini. Kerja sama dengan perangkat desa sangat penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ujar perwakilan dari Manajemen Kebun Cot Girek.
Upaya tanggap darurat ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus menjadi contoh nyata tanggung jawab sosial perusahaan dalam menghadapi bencana alam. Pemantauan terhadap kondisi lapangan dan koordinasi bantuan masih terus dilakukan seiring dengan peluang membaiknya cuaca.
(Samsul Bahri)
Tidak ada komentar