
BOGOR, ANGKARANEWS.ID – Wakil Bupati Kabupaten Bogor, Ade Ruhendi atau yang akrab disapa Jaro Ade, secara intensif melakukan kunjungan kerja (kungker) dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Kunjungan ini difokuskan pada dua kecamatan di wilayah Bogor Barat, yaitu Kecamatan Leuwisadeng dan Kecamatan Nanggung, pada Selasa (27/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian krusial dari persiapan perencanaan pembangunan Kabupaten Bogor untuk Tahun Anggaran 2027, dengan tujuan menjaring aspirasi dan memastikan kesiapan di tingkat kecamatan.
Di Kecamatan Leuwisadeng, Jaro Ade memantau langsung pelaksanaan Musrenbang yang berjalan sesuai jadwal. Ia menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara dan partisipasi aktif seluruh unsur masyarakat dan perangkat daerah yang terlibat.
Sementara itu, meski Musrenbang di Kecamatan Nanggung telah usai, Wakil Bupati tetap hadir untuk melakukan monitoring pasca-kegiatan. Kehadirannya dimanfaatkan untuk menyerap langsung aspirasi dan masukan dari masyarakat serta para kepala desa.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah aspirasi penting mengemuka, khususnya terkait sinergi dengan PT Antam Tbk UBPP Pongkor melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Beberapa poin usulan utama yang disampaikan antara lain:
1. Pembinaan UMKM sebagai prioritas untuk penguatan ekonomi kerakyatan.
2. Peningkatan sarana dan prasarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
3. Dukungan untuk Koperasi Merah Putih dan program Ketahanan Pangan, yang sejalan dengan program Asta Cita yang dikawal oleh TNI dan Polri.
Menanggapi aspirasi tersebut, Jaro Ade menekankan pentingnya segera merealisasikan pemanfaatan lahan milik PT Antam Tbk UBPP Pongkor untuk pembangunan Griya Koperasi Merah Putih. Dengan alokasi anggaran yang telah disiapkan mencapai Rp1 miliar, ia menegaskan pembangunan harus segera dilaksanakan agar manfaat ekonomi dapat segera dirasakan warga.
Lebih lanjut, dalam diskusi dengan perwakilan PT Antam, Wakil Bupati mengharapkan adanya peningkatan dan pemerataan pembinaan CSR. Ia meminta agar program CSR tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan spesifik masyarakat setempat, khususnya di Kecamatan Nanggung.
“Perlu perhatian lebih dari manajemen pusat agar program CSR benar-benar menyentuh penguatan kapasitas masyarakat, bukan hanya infrastruktur,” pungkas Jaro Ade, menutup kunjungan kerjanya. (R-MAN)
Tidak ada komentar