
BOGOR, ANGKARANEWS.ID – Seorang wali murid di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, meluapkan kekecewaannya terhadap kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curugbitung. Videonya viral di media sosial, Selasa (24/2/2026).
Dalam video tersebut, orang tua siswa menunjukkan buah yang diduga dalam kondisi busuk dan tidak layak konsumsi. Ia mengaku prihatin karena makanan tersebut diberikan kepada anaknya yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar.
“Tidak layak untuk dimakan ini, Pak. Ini untuk anak SD kelas satu, apakah pantas buah seperti ini? Tidak pantas, Pak,” ujarnya dalam video yang beredar.
Ia juga menyoroti besaran anggaran program yang disebut berasal dari pemerintah pusat, yakni berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per siswa. Menurutnya, dengan nominal tersebut, seharusnya siswa mendapatkan makanan yang layak dan berkualitas.
“Anggaran dari pemerintah entah sepuluh ribu atau lima belas ribu untuk satu siswa, tapi kenapa dikasih buah busuk seperti ini? Saya selaku orang tuanya tidak menerima anak saya diberi buah busuk,” tegasnya.

Dava, wali murid yang terekam dalam video, mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama ia menemukan makanan tak layak. Sebelumnya, anaknya menerima telur yang belum matang sempurna.
“Sudah dua kali kejadian seperti ini. Kemarin telurnya belum matang, sekarang buahnya busuk,” ungkap Dava saat dikonfirmasi.
Ia meminta pihak SPPG Curugbitung untuk meningkatkan kualitas pengawasan sebelum mendistribusikan makanan kepada siswa. Menurutnya, program MBG bukan sekadar program sosial biasa, melainkan program negara yang dibiayai oleh anggaran publik, sehingga harus dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.
“Dicek dulu layak atau tidak buah atau makanan yang akan diberikan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Sudah dua kali seperti ini, berarti quality control-nya tidak maksimal,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa konsumen program ini adalah anak-anak usia sekolah dasar, sehingga aspek keamanan dan kelayakan pangan harus menjadi prioritas utama.
Hingga berita ini diturunkan, Angkaranews.id masih berupaya menghubungi pihak SPPG Curugbitung untuk meminta klarifikasi terkait dugaan kelalaian dalam penyediaan makanan bergizi bagi siswa tersebut.
(R-MAN)
Tidak ada komentar