Oknum Tenaga Honorer di SDN Gadog 1 Dipecat, Diduga Melecehkan Siswi dengan Iming-iming Uang Rp2.000

Admin
14 Sep 2025 21:08
Hukrim 0 502
2 menit membaca

ANGKARANEWS.ID– Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh oknum tenaga honorer di SDN Gadog 1, Desa Sukajaya, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor. Oknum yang berinisial (E) diduga telah melecehkan seorang siswi dengan iming-iming uang Rp2.000.

Kejadian berawal ketika E diduga memberikan uang sebesar Rp2.000 kepada siswi berinisial K. Dengan iming-iming tersebut, E kemudian memegang tangan korban dan mengarahkannya ke alat kelaminnya. Merasa diperlakukan tidak senonoh, korban pun menangis dan menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya setelah pulang ke rumah.

Keesokan harinya, ibu korban bersama warga lainnya melaporkan peristiwa ini kepada wali kelas pada Minggu (14/09/2025). Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh kepala sekolah.

Dudu, Kepala Sekolah SDN Gadog 1, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. melalui komunikasi via pesan singkat WhatsApp, Dudu menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap mediasi dengan keluarga korban serta perwakilan RT dan RW.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Dudu mengirimkan bukti surat pemberhentian Endang sebagai tenaga honorer di sekolah tersebut. Dalam percakapan telepon dengan awak media, Dudu menjelaskan,

“Sebagai pimpinan, saya harus melindungi anak didik saya. Ketika indikasi itu ada, saya lebih baik memberhentikan daripada menunggu kejadian yang lebih parah.” ujar Dudu.

Proses mediasi antara keluarga korban dan E pun dilakukan. usai mediasi, Dudu kembali mengirimkan dokumen kepada awak media, berupa surat pengakuan dari E yang menyatakan bahwa ia telah memberikan uang kepada korban dan memegang alat kelaminnya. Dalam surat tersebut, E juga memohon maaf kepada keluarga korban dan menerima keputusan pemberhentian dirinya.

Dudu menyatakan bahwa masalah ini dianggap selesai setelah kedua belah pihak berdamai dan tidak memberikan komentar lebih lanjut.

Menanggapi kejadian ini, Yudi, salah seorang tokoh masyarakat Desa Sukajaya, menyayangkan insiden yang terjadi di lingkungan pendidikan. Ia menegaskan bahwa korban adalah anak SD yang seharusnya mendapat perlindungan maksimal dari pihak sekolah.

“Saya sangat menyayangkan kejadian seperti ini. Pihak sekolah, khususnya kepala sekolah, seharusnya dapat mengantisipasi hal demikian. Apalagi, oknum tersebut diketahui masih merupakan keluarga dari kepala sekolah, sehingga seharusnya karakter E telah diketahui,” ujar Yudi.

Yudi juga menekankan bahwa kepala sekolah harus bertanggung jawab atas dampak psikologis dan mental yang dialami korban. Ia berharap agar Dinas Pendidikan setempat turun tangan langsung untuk menelusuri kejadian ini dan mengambil langkah pencegahan agar tidak terulang kembali di masa depan.

Kejadian ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi semua pihak untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan pendidikan, khususnya bagi anak-anak di Kabupaten Bogor. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *