JALAN TAJUK ENANG‑ENANG: SEMANGAT BERSAMA WARGA DAN RENCANA TERTATA PEMERINTAH DEMI KESELAMATAN SERTA KELANJUTAN PERHUBUNGAN WILAYAH

Admin
24 Jun 2026 15:13
Daerah 0 57
3 menit membaca

 

Bener Meriah, angkaranews. 24 Juni 2026 – Ruas jalan nasional Tajuk Enang‑Enang yang menjadi urat nadi penghubung wilayah Bener Meriah ke kabupaten Bireuen , dan lintas Sumatra,kembali menjadi bukti nyata kebersamaan yang hidup di tanah Gayo pasca peristiwa banjir dan longsor tahun lalu. Di tengah keterputusan akses, terlihat dua kekuatan yang sama‑sama berniat mulia: kepedulian tinggi dari masyarakat dan kesiapan rencana penanganan resmi dari pemerintah.

Dipimpin oleh tokoh yang sangat dihormati di kedua kabupaten, Sayet dan Sahrial, warga bergerak dalam semangat gotong royong yang diwariskan turun‑temurun. Melalui sumbangan sukarela dan kerja sama erat, mereka berupaya membuka kembali jalur yang terputus, hingga kini pengerjaan hampir mencapai tahap akhir, tersisa sekitar 30 meter lagi yang akan diselesaikan. Langkah ini lahir dari keinginan tulus agar perjalanan dan kehidupan ekonomi tidak terganggu, mengingat rute pengalihan saat ini menempuh jarak yang jauh dan biaya yang lebih tinggi.

Mewakili perasaan seluruh warga, Sayet menyampaikan penghargaan atas setiap upaya yang ada sekaligus harapan agar kepentingan bersama tetap menjadi yang utama:

“Bagi kami rakyat Gayo, jalan ini bukan sekadar penghubung tempat, melainkan simpul persaudaraan yang tak boleh terputus. Kami bergerak bersama karena ingin menunjukkan bahwa kepedulian selalu ada di sini. Kami pun sangat berharap segala jalur yang ada, baik yang kami kerjakan maupun yang disiapkan pemerintah, semuanya ditujukan demi keselamatan dan kelancaran. Kami senantiasa menanti dukungan dan penyempurnaan lebih lanjut agar hasilnya benar‑benar bermanfaat bagi semua pihak.”

Dalam kesempatan konfirmasi resmi, Ir. Tagor, Bupati Bener Meriah, menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam atas semangat yang ditunjukkan, sekaligus menjelaskan langkah‑langkah yang telah disusun secara terencana oleh instansi berwenang:

“Semangat kegotongroyongan yang ditunjukkan warga Bener Meriah dan Aceh Tengah adalah kekayaan luhur yang tidak pernah pudar dari masa ke masa; hal ini patut kita hargai dan banggakan bersama. Perlu kami sampaikan bahwa penanganan menyeluruh pada jalan dan jembatan Tajuk Enang‑Enang berada di bawah pengelolaan Balai Pengelolaan Jalan Nasional, dengan rencana kerja terjadwal yang akan dimulai pada awal tahun 2027 mendatang serta dukungan anggaran yang cukup besar sekitar Rp 500 miliar demi menjamin mutu jangka panjang.”

Bupati menambahkan bahwa langkah pengaturan akses yang dilakukan pihak pengelola pun berlandaskan kepedulian yang sama:

“Tindakan pengaturan lalu lintas dilakukan semata‑mata demi keselamatan pengguna jalan, mengingat kondisi kerusakan yang cukup berat. Sebagai solusi yang tetap melayani kebutuhan perjalanan, jalur alternatif melalui Simpang Langcang‑Peruweren telah dilengkapi dengan pembangunan dua jembatan baru senilai Rp 110 miliar diantaranya jembatan pertama Rp 50 milyar dan yang kedua Rp60 milyar agar tetap dapat dilalui dengan layak dan aman. Kami mengajak seluruh warga untuk tetap saling mengisi dan bersabar menuntaskan proses yang terencana ini, sambil terus menjaga semangat persatuan yang menjadi kekuatan utama wilayah kita.”

Di pertemuan dua niat baik ini, terjalin pemahaman bersama: apa yang telah dilakukan masyarakat adalah bukti cinta pada wilayahnya, dan apa yang disiapkan pemerintah adalah wujud tanggung jawab pelayanan yang menyeluruh. Kedua hal ini berjalan seiring demi satu tujuan yang sama: agar jalan Tajuk Enang‑Enang tetap berdiri kokoh, aman, dan menjadi kebanggaan seluruh rakyat Gayo di masa mendatang.

Samsul

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *