
Angkaranews.id– Seorang gadis berusia 17 tahun yang sedang menderita sakit lumpuh menjadi korban longsor di kediamannya di Kampung Bongas RT 04/05, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Kejadian ini terjadi pada Selasa (1/7/2025) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB, bersamaan dengan kumandang azan Subuh.
Bencana tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak dini hari hingga pagi, menyebabkan tebing di sekitar permukiman longsor dan menimpa rumah korban.
Ahmad Juansyah, keluarga korban, menuturkan bahwa rumah yang dihuni tiga kepala keluarga dengan total 13 jiwa itu luluh lantak akibat terjangan material longsor.
“Saat kejadian, hujan hanya gerimis, tapi tiba-tiba tanah longsor ketika azan Subuh berkumandang. Ini sudah kedua kalinya terjadi. Sebelumnya, longsor terjadi di bagian lain rumah,” ujarnya.
Menurut Ahmad, wilayah tersebut memang rawan longsor akibat tidak adanya sistem irigasi yang memadai di area atas tebing. Akibatnya, air hujan langsung mengalir ke permukiman di bawahnya.
“Ayah saya sempat tertimpa puing, tapi alhamdulillah selamat. Kondisi rumah kami sekarang sangat memprihatinkan,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan, tidak hanya memperbaiki rumah warga, tetapi juga membangun sistem drainase untuk mencegah bencana serupa terulang.
Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, menyatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD, dan hari ini rencananya mereka akan turun ke lokasi untuk peninjauan,” kata Jani.
Dia juga menyebutkan bahwa PT Antam akan ikut meninjau lokasi karena jalan yang terdampak merupakan akses utama menuju area operasional perusahaan tersebut.
Jani menambahkan bahwa meski Desa Kalongliud memiliki beberapa titik rawan longsor, bencana banjir lebih sering terjadi di wilayah tersebut.
“Di sini hanya ada beberapa titik rawan longsor, tetapi sebagian besar wilayah rentan banjir,” jelasnya.
Warga setempat berharap adanya solusi permanen dari pemerintah untuk mengatasi masalah infrastruktur dan mitigasi bencana di daerah mereka.
(MCN)
Tidak ada komentar