
BENER MERIAH, ANGKARANEWS.ID – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Bener Meriah pada Rabu malam kembali membawa duka bagi warga dua desa. Debit air Sungai Suka Jadi di Kecamatan Wih Pesam meningkat drastis, mengakibatkan putusnya jembatan darurat yang selama ini menjadi akses vital penghubung Desa Suka Jadi dan Desa Lut Kucak.
Jembatan darurat tersebut sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat gabungan beberapa desa, didampingi personel TNI-POLRI serta instansi pemerintah pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah itu pada 26 November 2025 lalu. Namun, konstruksi darurat itu tak mampu bertahan menghadapi derasnya arus sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Putusnya akses ini menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas warga, terutama di bulan suci Ramadan. Setiap sore, masyarakat biasa melintasi jembatan tersebut untuk berburu takjil di Pasar Pante Raya. Sementara pada pagi hari, puluhan siswa yang bersekolah di Desa Simpang Balik, Pante Raya, hingga Simpang Tiga Redelong terpaksa harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
“Kami sangat berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen. Bukan hanya untuk kelancaran berbelanja ke pasar, tapi juga demi keselamatan anak-anak sekolah. Apalagi setelah Ramadan, kita akan menghadapi Lebaran. Aktivias pasti meningkat,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya, pada Kamis (19/2/26).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah setempat terkati langkah cepat penanganan akses putus tersebut. Warga berharap agar perhatian serius segera diberikan, mengingat jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian dan pendidikan antar desa. (Irsal)
Tidak ada komentar