Operasi Gabungan Tutup Tambang Ilegal dan Hijaukan Kembali Wilayah PT Antam dan TNHGS

Admin
13 Agu 2025 11:13
News 0 480
2 menit membaca

Angkaranews.id– Tim operasi gabungan yang terdiri dari Polsek Nanggung, Koramil, Polhut, Denpom, Pam Obvit Polda Jabar, Satpol PP, Linmas antar desa di Kecamatan Nanggung, serta Security Internal PT Antam Tbk, melakukan penutupan lubang-lubang tambang emas ilegal (PETI) di wilayah IUP PT Antam dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNHGS).

Kegiatan ini juga diisi dengan penanaman pohon dan pemasangan papan peringatan untuk mencegah aktivitas PETI kembali.

Operasi gabungan berlangsung di tiga blok, yaitu Ampar, Blower, dan Kopi, yang masuk dalam wilayah IUP PT Antam dan TNHGS. Tim dibagi menjadi tiga kelompok untuk memperluas jangkauan penertiban.

Albert D, Koordinator Keamanan (KORKAM) PT Antam, menyatakan bahwa beberapa lubang PETI berhasil ditemukan dan langsung ditutup.

“Setelah penutupan, kami langsung melakukan penanaman pohon dan pemasangan papan peringatan agar tidak ada lagi aktivitas PETI di wilayah ini,” tegasnya.

M. Jafar Nurhakim, Manager PT Antam, menegaskan dukungan penuh perusahaan terhadap operasi ini, baik secara moril maupun materil.

“Kami menyediakan peralatan yang dibutuhkan di lapangan. Pelaksanaan operasi dipimpin oleh Kapolsek, dan kami siap mendukung penuh selama tiga hari kegiatan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. “Kegiatan ini tidak berhenti di sini. Kami akan terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya PETI, baik dari sisi keselamatan, kerusakan lingkungan, kerugian negara, maupun pelanggaran hukum,” tutupnya.

Operasi ini menjadi langkah nyata dalam memerangi penambangan ilegal sekaligus memulihkan lingkungan yang rusak akibat aktivitas PETI.

(R-MAN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *