TNI dan Pemerintah Kolaborasi Tangani Banjir dan Penuhi Kebutuhan Dasar Warga Paya Bakong

Admin
3 Des 2025 19:29
Daerah 0 254
2 menit membaca

ANGKARANEWS.ID– Sebanyak 263 kepala keluarga (KK) di tujuh desa di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut sejak Rabu (26/11/25) sore. Bencana ini dipicu intensitas hujan tinggi yang menyebabkan dua sungai besar, Krueng Pirak dan Krueng Keureto, meluap.

Dalam laporannya, Danramil 21/Paya Bakong, Kapten Cke Edi Wijaya, menyatakan bahwa genangan air mencapai ketinggian antara 30 cm hingga 1,2 meter. Desa-desa yang terdampak antara lain Nga, Bukit Guru, Paya Medru, Pante Selemak, Jok, Munye Selemak, serta Alue Bing dan Bukit Pidie berdasarkan data terbaru.

“Warga masih bertahan di rumah masing-masing dengan situasi yang terkendali, meski akses listrik dan telepon terputus total,” ujar Danramil dalam keterangannya. Ia juga menambahkan bahwa tim di lapangan terus memantau perkembangan ketinggian air yang diprediksi masih berpotensi naik.

Menanggapi keadaan darurat, Pemerintah melalui Bulog bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan. Pada Minggu (1/12/2023), sebanyak 3,8 ton beras didistribusikan ke seluruh 39 desa di kecamatan tersebut. Khusus tujuh desa terdampak terparah masing-masing menerima 100 kg beras, sementara desa lainnya mendapat 50 kg.

Penyaluran bantuan dihadiri langsung oleh Camat Paya Bakong Muhammad Noval Andrian, perwakilan TNI, Polri, dan perangkat desa. Kegiatan berjalan lancar dan berakhir pada pukul 17.30 WIB.

“Penyaluran bantuan beras hari ini adalah upaya konkret memastikan kebutuhan dasar terpenuhi agar warga bisa bertahan dengan tenang. Kolaborasi TNI-Polri, pemerintah daerah, dan desa adalah kunci utama,” tegas Kapten Edi Wijaya seraya mengimbau warga tetap waspada.

Fokus penanganan saat ini adalah pemulihan akses komunikasi dan listrik, serta kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi. Kondisi akses jalan yang rusak di beberapa lokasi, seperti di Desa Bukit Pidie, menjadi perhatian khusus dalam upaya distribusi logistik dan evakuasi. (SB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *