Warga Bener Meriah dan Aceh Tengah Berswadaya Bangun Jalan Alternatif Pasca Banjir Bandang

Admin
23 Des 2025 09:33
Daerah 0 182
2 menit membaca

BENER MERIAH, ANGKARANEWS.ID – Semangat gotong royong menyala di tengah tantangan berat pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Menyikapi rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan kedua wilayah, masyarakat dari berbagai desa secara swadaya membangun jalan alternatif sementara.

Jalan darurat ini menghubungkan kembali akses vital antara Bener Meriah dan Kampung Ratawali di Kabupaten Aceh Tengah, yang terputus total setelah jembatan utama lumpuh diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Kami sadar, perbaikan permanen membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Oleh karena itu, kami berinisiatif membuka jalan alternatif ini agar roda perekonomian dan aktivitas sosial tetap berjalan,” ujar Irsal, seorang warga Lot Kucak, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, pada Minggu (22/12/2025).

Inisiatif kebersamaan ini dipelopori oleh warga dari dua desa, yaitu Lut Kucak Suka Jadi dan Suka Jaya, di Kecamatan Wih Pesam. Mereka bahu-membahu, bekerja tanpa kenal lelah meratakan tanah, memadatkan jalan, dan menyusun jembatan darurat dari material yang tersedia di lokasi.

Meski kondisi jalan alternatif ini masih sederhana dan jauh dari sempurna, kehadirannya telah menjadi penolong bagi aktivitas sehari-hari warga. Jalan ini kembali menjadi urat nadi yang memungkinkan masyarakat memasarkan hasil bumi, mengakses layanan kesehatan darurat, dan menjaga silaturahmi.

Di balik semangat swadaya tersebut, harapan besar tetap ditujukan kepada pemerintah. Warga mendorong pemerintah provinsi dan pusat untuk segera turun tangan membangun kembali jembatan dan jalan yang rusak permanen.

“Kami sangat berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan dan jalan ini. Ini adalah harapan kami, agar kami dapat kembali hidup normal dan tidak terus dihantui oleh ancaman bencana,” pungkas Irsal.

Kisah solidaritas warga Bener Meriah dan Aceh Tengah ini menjadi contoh nyata ketangguhan komunitas dalam menghadapi kesulitan. Aksi kolektif ini juga mengingatkan semua pihak akan pentingnya kepedulian, solidaritas, dan kesiapsiagaan dalam menanggapi bencana. (Samsul)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *