Warga Malasari Keluhkan Jalan Lingkungan yang Rusak dan Berlubang, Akses ke Mushola Jadi Tantangan Beribadah

Admin
18 Nov 2025 12:01
Daerah 0 758
2 menit membaca

ANGKARANEWS.ID– Kondisi jalan lingkungan (jaling) yang rusak parah di Kampung Pabangbon, RT 2 RW 4, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menyulut keluhan mendalam dari warga. Kerusakan jalan ini dinilai sangat mengganggu, terlebih karena salah satu ruas jalan yang rusak tersebut merupakan akses utama menuju tempat ibadah (mushola) warga.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin, 17 September 2025, kondisi jalan di permukiman tersebut benar-benar memprihatinkan. Permukaan jalan hanya menyisakan tanah berbatu dan dipenuhi lubang-lubang besar yang membahayakan keselamatan. Kondisi ini semakin riskan bagi anak-anak dan lansia yang rutin melintas, terutama pada malam hari atau saat hujan turun.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan betapa kerusakan ini telah mengganggu aktivitas keagamaan mereka. “Setiap mau ke mushola, apalagi kalau malam atau hujan, hati-hati sekali. Jalanannya licin dan banyak lubang. Ini kan akses untuk ibadah, seharusnya jadi prioritas untuk dijaga,” ujarnya dengan nada prihatin.

Warga setempat merasa keberadaan mereka seolah terabaikan. Pasalnya, di beberapa wilayah lain di Desa Malasari, program perbaikan jalan skala besar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah berjalan dan menghasilkan jalan yang mulus. Namun, bantuan tersebut hingga kini belum menyentuh gang-gang di wilayah RT 2 RW 4. Kesenjangan pembangunan ini menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.

Mengingat pembangunan jalan lingkungan (jaling) masuk dalam lingkup tanggung jawab pemerintah desa, warga RT 2 RW 4 berharap agar Pemerintah Desa Malasari segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Mereka mendesak agar pemerintah desa segera mengalokasikan bantuan pembangunan untuk perbaikan permanen, mengingat selama ini warga hanya mengandalkan perbaikan swadaya yang bersifat sementara.

“Kami berharap tidak perlu lagi bergantung pada swadaya terus-menerus. Perlu tindakan nyata dari pemerintah desa untuk menyelesaikan masalah ini,” tutup seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Desa Malasari terkait keluhan dan harapan warga tersebut. (KUDIL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *