
ANGKARANEWS.ID– Aliansi Masyarakat Gayo (AMG) memastikan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa pada Senin mendatang. Ini merupakan aksi ketiga yang digelar setelah dua aksi sebelumnya untuk mendesak pemerintah daerah menyelesaikan 40 persoalan mendasar di Kabupaten Aceh Tengah.
Koordinator AMG, Gilang Ken Tawar, mengingatkan bahwa daftar 40 persoalan tersebut berpotensi bertambah menjadi 55 masalah. Pemicunya adalah sikap Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRK Aceh Tengah yang dinilai terus menghindari pertemuan langsung dengan massa aksi.
“Semakin lama pemerintah tidak menemui rakyatnya, semakin bertambah pula persoalan yang menumpuk di Aceh Tengah. Ini bukan lagi tentang politik, tapi tentang keberanian mereka menghadapi kenyataan,” tegas Gilang, Jumat.
Gilang menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan AMG murni untuk rakyat dan bukan ditujukan untuk mengganggu stabilitas daerah. Aksi ini, disebutnya, merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mengingatkan pemerintah agar mengubah pola kerja yang dinilai jauh dari aspirasi masyarakat.
“Kita tidak ingin Aceh Tengah rusuh. Kita hanya ingin sedikit perubahan dalam pola kerja pemerintah, agar lebih terbuka dan berpihak pada rakyat,” lanjutnya.
AMG juga secara tegas menolak tawaran audiensi tertutup yang diajukan baik oleh pihak eksekutif maupun legislatif. Mereka menuntut seluruh proses dialog dilakukan secara transparan di hadapan publik.
“Kami menolak audiensi bukan berarti anti-musyawarah. Justru kami ingin musyawarah berlangsung terbuka, disaksikan seluruh rakyat. Dengan begitu perjuangan ini tetap murni, tanpa kompromi kepentingan,” ujar Gilang.
Sebagai bukti keseriusan, AMG menantang pemerintah untuk berani menemui rakyat secara langsung dan membubuhkan tanda tangan pada dokumen persoalan yang mereka ajukan.
“Kalau mereka berani, temui rakyat dan tanda tangani persoalan yang kami sampaikan. Itulah bukti nyata keberanian pemerintah, bukan sekadar retorika,” pungkasnya.
Dengan konsistensi ini, AMG menegaskan bahwa perjuangan mereka adalah gerakan panjang, bukan aksi sesaat, yang bertujuan untuk menyelesaikan persoalan struktural dan menghadirkan kemakmuran bagi rakyat Aceh Tengah. (Samsul Bahri)
Tidak ada komentar