Arogansi Dispatcher Picu Aksi Unjuk Rasa Ratusan Driver Online di Bandara Hang Nadim

Admin
25 Agu 2025 10:22
News 0 288
2 menit membaca

Angkaranews.id– Ratusan driver online untuk layanan roda dua dan roda empat memadati Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, pada Sabtu (23/8/2025).

Aksi protes ini dipicu oleh insiden pembatalan pesanan secara sepihak oleh seorang dispatcher Grab yang dianggap arogan dan merugikan para driver.

Menurut Erwinsyah Baharuddin, Kepala Bidang Media dan Informasi Aliansi Driver Online Batam (ADOB), kemarahan driver berawal dari insiden sehari sebelumnya. Saat itu, seorang dispatcher Grab di area bandara diduga membatalkan pesanan langsung dari ponsel penumpang.

“Kawan-kawan mendengar sendiri, orderan pelanggan dibatalkan oleh pihak Grab Bandara dari HP penumpang. Ini jelas melanggar dan merugikan driver. Wajar kalau teman-teman merasa marah dan resah,” tegas Erwin di lokasi unjuk rasa.

Erwin menambahkan bahwa sehari sebelum aksi, perwakilan ADOB telah meminta penjelasan kepada manajemen Grab Batam. Namun, pertemuan tersebut justru memicu ketegangan baru.

“Perwakilan Grab, saudara Riyo Ahmad, menyebut layanan roda dua juga ikut di-lock di area bandara. Padahal setahu kami tidak ada aturan seperti itu. Pernyataan itu justru membuat situasi semakin panas,” jelasnya.

Kekecewaan driver semakin memuncak ketika pihak Grab Batam tidak kunjung hadir untuk berdialog meskipun telah diminta oleh kepolisian setempat. Para driver telah menunggu hingga empat jam. “Kalau tidak berani mewakili Grab, jangan bekerja di Grab. Itu yang bikin teman-teman semakin kecewa,” ujar Erwin.

Aksi berlangsung tegang namun tetap kondusif. Bambang Supriyono, VP Services Airport Hang Nadim Batam, bersama pihak kepolisian turun untuk berdialog dengan massa. Bambang berjanji akan menyalurkan keluhan ini kepada pimpinan.

“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan driver karena masih menjaga kondusivitas. Masalah ini akan kami laporkan ke pimpinan, dan dalam waktu dekat kita duduk bersama semua pihak untuk mencari solusi,” ujar Bambang.

Menanggapi insiden tersebut, Rahman, dispatcher Grab Bandara yang terlibat, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. “Kami mengakui adanya kekeliruan dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rekan driver, baik roda dua maupun roda empat. Kami pastikan kejadian ini tidak terulang lagi,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ADOB menyampaikan sejumlah tuntutan untuk evaluasi, di antaranya:
1. Kepastian titik jemput resmi untuk layanan roda dua di Bandara Hang Nadim.
2. Transparansi dan keadilan dalam pengelolaan akun transportasi online di area bandara.
3. Penyelesaian terhadap dugaan praktik “permainan akun” oleh oknum tertentu.

ADOB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini hingga ditemukan solusi konkret yang adil bagi driver maupun penumpang dari pihak Grab dan pengelola bandara.

(S.hrp)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *