Kuatirkan Adiknya, Ketua APPI Aceh Utara Turun Tangan Usut Penipuan dan Penyebaran Video Pribadi

Admin
6 Nov 2025 15:14
Hukrim 0 261
2 menit membaca

ANGKARANEWS.ID– Sebuah kasus dugaan penipuan dan penyebaran video pribadi yang menimpa seorang wanita berinisial DW (26) kini mencuat ke permukaan. Merasa dirugikan secara materiil dan moral, korban akhirnya meminta bantuan kepada sang abang ipar, Muhammad alias Rimung Buloh, yang tak lain adalah Ketua DPD Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara.

DW mengungkapkan, ia menjadi korban perbuatan terduga pelaku berinisial Sijal, yang diketahui berasal dari Pidie. Kerugian materiil yang ditanggung DW tidak main-main.

Ia menuntut pengembalian uang dan emas senilai 15 manyam yang diambil Sijal. Tidak hanya itu, Sijal juga diduga mengambil Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sepeda motor milik DW sejak 2017, yang hingga kini belum dikembalikan.

“Semua akun aplikasi saya juga dibajak olehnya,” tambah DW, yang berdomisili di Banda Aceh, dengan suara lirih.

DW menegaskan, jika tuntutannya tidak dipenuhi, ia tidak akan segan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.

“Saya berharap abang saya, Rimung Buloh, dapat membantu memperjuangkan keadilan bagi saya. Saya percaya dengan kapasitasnya, Sijal harus bertanggung jawab. Uang, emas, dan BPKB saya harus dikembalikan, semua akun saya juga, dan dia harus dihukum karena menyebarkan video pribadi saya. Jika tidak, saya akan lapor ke polisi,” tegasnya.

Merespons hal ini, Muhammat alias Rimung Buloh menyatakan kesiapannya mendampingi DW. Ia mengecam keras tindakan yang menimpa adik iparnya tersebut.

“Saya sangat prihatin dengan apa yang menimpa adik saya. Ini adalah tindakan yang tidak bisa ditolerir,” ujar Rimung Buloh.

“Sebagai Ketua APPI Aceh Utara,  saya akan menggunakan seluruh jaringan dan kapasitas yang saya miliki untuk memastikan kasus ini ditangani tuntas, kerugian materiil dikembalikan, dan Sijal mendapatkan hukuman yang setimpal.” sambungnya.

Latar belakang Rimung Buloh sebagai mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Ketua APPI Aceh Utara membuat kasus ini mendapat sorotan lebih. Keterlibatannya diyakini dapat memberikan tekanan dan memastikan kasus ini ditangani secara serius.

Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan. Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi, baik langsung maupun melalui media sosial, serta tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwajib,” demikian pernyataan pihak kepolisian. (Samsul)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *