
ACEH UTARA, ANGKARANEWS ID – Warga Gampong Tanjung Drien, Aceh Utara, kini menyuarakan kegeraman mereka terhadap Geuchik Abubakar yang tengah menjabat untuk periode kedua. Janji-janji pembangunan yang disampaikan selama masa kampanye disebut hanya tinggal kenangan, sementara dana desa diduga dikelola tanpa transparansi.
Salah seorang warga, Sulaiman, mengungkapkan kekecewaannya terkait proyek pengaspalan jalan sepanjang 300 meter di Lorong Tengku Puteh. Proyek tersebut dijanjikan akan direalisasikan pada tahun 2024 dan 2025, namun hingga kini tak kunjung terlihat wujudnya.
“Selama periode pertama Geuchik Abubakar menjabat, hanya ada pembangunan lantai meunasah dan pemasangan lampu jalan—itupun tanpa dilengkapi papan informasi proyek. Tahun 2024 lalu dikabarkan akan dibangun balai berdoa di TPU, kenyataannya hanya tiang yang berdiri. Janji pengaspalan jalan tahun ini juga jelas hanya manis di bibir,” ujar Sulaiman dengan nada kecewa.
Yang menjadi sorotan utama warga adalah ketidakjelasan penggunaan Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG). Minimnya transparansi membuat masyarakat tidak mengetahui kemana dana tersebut dialokasikan dan untuk apa saja digunakan.
Ketika dikonfirmasi terpisah, Ketua Tuha Peut (BPD) Ramli menjamin bahwa proyek pengaspalan jalan akan segera dikerjakan pada bulan Maret ini. Namun hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi langsung kepada Geuchik Abubakar tidak membuahkan hasil. Nomor kontak yang dihubungi diduga telah diblokir.
“Kami sudah sangat lama menunggu. Masyarakat berhak mendapat penjelasan yang utuh. Janji pembangunan harus ditepati, dan uang rakyat harus digunakan secara benar dan terbuka,” tegas seorang tokoh masyarakat yang memilih namanya tidak disebutkan.
Warga berharap agar pemerintah kecamatan hingga kabupaten segera turun tangan melakukan audit penggunaan dana gampong serta mendorong penyelesaian proyek-proyek yang telah lama tertunda.
(Samsul)
Tidak ada komentar