
ACEH UTARA, ANGKARANEWS.ID – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan ibadah qurban di Masjid Nurul Iman Berghang, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu (28/5/2026). Kegiatan yang digelar panitia masjid ini diawali dengan sosialisasi hukum qurban dan dilanjutkan dengan penyembelihan 18 ekor lembu serta 2 ekor kambing.
Acara dibuka dengan sesi penyuluhan yang disampaikan oleh Abati Saifuddin. Dalam paparannya, beliau menguraikan tiga pokok hukum ibadah qurban menurut syariat Islam, yaitu:
1. Syarat sah penyembelihan qurban – meliputi niat, tata cara, hingga waktu pelaksanaan yang benar.
2. Kriteria penerima daging qurban – siapa saja yang berhak menerima sesuai tuntunan syariat.
3. Hak dan kewajiban panitia – khususnya dalam pembagian daging agar adil, transparan, dan tidak melanggar ketentuan syariat.
Materi yang disampaikan dengan jelas dan menyentuh membuat para ahli qurban serta jamaah yang hadir merasa terharu. Banyak di antara mereka mengaku baru memahami detail hukum qurban yang selama ini belum diketahui secara mendalam. Ilmu yang didapat pun langsung dapat diaplikasikan pada pelaksanaan penyembelihan di hari yang sama.
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban yang dipimpin langsung oleh panitia pelaksana. Ketua panitia, Drs. H. Hamdani A. Jalil, M.A. , bersama Ibrahim Cut Bendahara, Iskandar A.Md, Razali, S.T., dan Hasbi, S.Pd., menyampaikan bahwa tahun ini Masjid Nurul Iman Berghang menyembelih 18 ekor lembu dan 2 ekor kambing dengan sistem pembagian mengikuti ketentuan syariat, yaitu 1 ekor lembu untuk 7 orang.
Panitia berharap tahun depan warga dan donatur semakin banyak yang berkurban. “Semoga kegiatan amalan ini terus berjalan sampai seumur masa di Masjid Nurul Iman Berghang,” ujar salah satu panitia.
Para panitia juga mengenang bahwa pendiri utama kegiatan qurban di masjid ini adalah Almarhum Abon H. Muhammad Yunus, Pimpinan Dayah Babusalamah Ujong Baroeh Berghang, yang juga alumni Dayah Almunawarah Kuta Krueng. Beliau bersama tokoh-tokoh kemasjidan seperti H. Ishak, H. Nurdin Syheh, Tgk. M. Nasir, serta seluruh pendiri masjid termasuk para geuchik di empat desa, imam, dan lainnya telah meletakkan fondasi ibadah qurban yang terus berlangsung hingga kini.
Masjid Berghang sendiri merupakan salah satu ikon kebanggaan warga. Dibangun secara swadaya masyarakat pada tahun 2002, masjid ini kini genap berusia 24 tahun. Kegiatan qurban sendiri sudah 19 tahun berturut-turut dilaksanakan di masjid tersebut.
“Semoga kegiatan qurban tahun-tahun selanjutnya bisa berjalan lebih meriah lagi dengan antusiasme warga dan donatur dalam berkurban,” tutup Iskandar A.Md selaku panitia pelaksana.
Iskandar A.Md juga menyampaikan kemungkinan adanya penyesuaian biaya per jiwa pada tahun depan akibat kenaikan harga lembu di pasaran dalam beberapa bulan terakhir. Pihak panitia berharap para calon ahli qurban dapat memahami kondisi tersebut dan tetap berpartisipasi dengan niat ibadah.
Untuk memastikan pembagian tepat sasaran dan adil, panitia melakukan penarikan kelompok penerima qurban secara terbuka di area masjid. Proses ini disaksikan langsung oleh para ahli qurban dan jamaah, sehingga tidak ada keraguan dalam pembagiannya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pembagian daging qurban kepada masyarakat yang berhak. Antusiasme warga Tanah Luas terlihat tinggi, mengingat kegiatan ini bukan hanya ibadah, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi.
“Semoga harapan kita semua, para tokoh, ulama, guru-guru kita, masjid ini terus dijaga, dirawat sampai kepada anak cucu kita kelak,” pungkas panitia.
(MN)
Tidak ada komentar