Gotong Royong Warga Menjawab Absennya Jembatan Penghubung Bener Meriah – Aceh Tengah

Admin
27 Des 2025 18:07
Daerah 0 175
2 menit membaca

BENER MERIAH, ANGKARANEWS.ID – Solidaritas dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh masyarakat di perbatasan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Untuk kelima kalinya dalam beberapa tahun terakhir, warga dari Kampung Lot Kucak, Kampung Sukajadi, dan Kampung Suka Jaya secara swadaya bergotong royong membangun jembatan alternatif setelah jembatan utama penghubung mengalami kerusakan.

Jembatan ini bukan sekadar akses biasa, melainkan urat nadi penghubung vital antara Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Lebih dari itu, jalan ini merupakan akses utama menuju Desa Ratawali di Aceh Tengah, yang sangat penting bagi mobilitas sehari-hari, distribusi barang, serta kegiatan ekonomi ribuan warga di kawasan tersebut.

Jujur, seorang tokoh masyarakat setempat, mengkonfirmasi bahwa inisiatif swadaya ini sudah berulang kali dilakukan. “Ini sudah kali kelima kami terpaksa bergerak sendiri. Setiap kali jembatan bermasalah, aktivitas warga langsung terhambat. Kami tidak bisa hanya menunggu,” ujarnya, menegaskan betapa kritisnya kondisi infrastruktur tersebut.

Inisiatif positif warga ini mendapat perhatian dan apresiasi dari aparat setempat. Kehadiran Kamtibmas Peltu Syahrial Yoga dari Muspika Kecamatan Weh Pesam di lokasi pembangunan menjadi simbol dukungan terhadap langkah swadaya masyarakat. Kehadiran aparat ini juga dinilai penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses gotong royong.

Di balik semangat gotong royong yang mengakar kuat, harapan akan sentuhan pemerintah tetap membuncah. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk segera melakukan intervensi dan memperbaiki jembatan tersebut secara permanen. Mereka memahami bahwa solusi swadaya bersifat sementara dan tidak dapat menggantikan struktur jembatan yang aman dan layak pakai yang menjadi kewajiban pemerintah.

“Kami senang bisa saling membantu, tetapi kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan. Perbaikan permanen sangat kami butuhkan untuk kelancaran anak sekolah, petani menjual hasil bumi, dan warga yang butuh layanan kesehatan,” tutur salah seorang warga yang terlibat.

Situasi ini menjadi cermin nyata dari tingginya kapasitas komunitas lokal dalam mengatasi masalah mendasar. Gotong royong menjadi penyangga sementara ketika infrastruktur publik mengalami kelumpuhan. Namun, langkah heroik warga ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil alih dan memberikan solusi yang berkelanjutan.

Perbaikan jembatan secara permanen bukan hanya tentang kenyamanan, melainkan investasi bagi kelancaran aktivitas sehari-hari dan penguatan perekonomian warga di wilayah perbatasan tersebut. (Irsal)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *