Milad Al Ihya Bogor Ke-50 Tahun Dihadiri Ribuan Masyarakat, Momentum Syiar Islam dan Persatuan Umat

Admin
21 Jun 2026 08:57
Nasional 0 38
3 menit membaca

Kegiatan yang bertepatan dengan 5 Muharram 1448 Hijriah itu dijadwalkan berlangsung mulai pukul 05.30 WIB dan menghadirkan sejumlah tokoh agama serta jamaah dari berbagai daerah. Perayaan milad ini menjadi salah satu agenda besar yang dinantikan masyarakat karena menandai perjalanan panjang Majlis Al Ihya Bogor dalam membina umat selama lima dekade.

Sejak didirikan, Majlis Al Ihya Bogor dikenal aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, hingga dakwah yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Kiprah tersebut menjadikan Al Ihya sebagai salah satu pusat pembinaan umat yang memiliki sejarah panjang di wilayah Bogor.

Panitia menyebutkan bahwa Milad ke-50 ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan refleksi atas perjalanan dakwah yang telah dilakukan selama puluhan tahun. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara ulama, habaib, santri, dan masyarakat umum.

Terlihat antusiasme kehadiran ribuan masyarakat jamaah dari sejumlah daerah yang menambah semarak peringatan yang mengusung semangat kebangkitan dakwah dan persatuan umat Islam.

Mengawali tausiyahnya, Habib Rizieq menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar Majlis Al Ihya Bogor yang telah mencapai usia emas 50 tahun. Menurutnya, perjalanan dakwah selama setengah abad merupakan anugerah sekaligus amanah yang harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh seluruh pengurus, santri, serta jamaah.

“Selamat Milad ke-50 untuk Majlis Al Ihya Bogor. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam berdakwah serta membimbing umat di jalan yang diridhai-Nya,” ujar Habib Rizieq.

Pada kesempatan tersebut, Habib Rizieq juga menyampaikan apresiasi kepada umat Islam yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kepedulian dan solidaritas kemanusiaan melalui doa maupun berbagai bentuk bantuan yang dapat disalurkan sesuai kemampuan masing-masing.

Selain itu, Habib Rizieq mengingatkan pentingnya menjaga marwah dan nama baik pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah melahirkan banyak generasi penerus bangsa. Ia meminta seluruh pengurus, tenaga pendidik, dan santri untuk menjaga amanah serta menghindari berbagai tindakan yang dapat mencoreng citra pesantren di tengah masyarakat.

“Kita harus menjaga pondok pesantren dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada kesalahan yang kemudian dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menggiring opini negatif sehingga masyarakat enggan memasukkan anak-anaknya ke pesantren. Karena itu seluruh pengurus harus menjaga amanah ini dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Dalam tausiyahnya, Habib Rizieq juga menyoroti fenomena LGBT yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius umat Islam. Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan pembinaan akhlak, pendidikan agama, serta pengawasan terhadap generasi muda sebagai upaya menjaga nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, Habib Rizieq mengajak umat Islam untuk menyuarakan aspirasi kepada para pemangku kebijakan agar diterbitkan regulasi daerah yang menurutnya dapat memperkuat perlindungan terhadap nilai-nilai moral dan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan usia yang telah mencapai setengah abad, Majlis Al Ihya Bogor diharapkan terus menjadi pusat dakwah yang konsisten menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan moral dan spiritual masyarakat.(Syf)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *