
BOGOR, ANGKARANEWS.ID – Tradisi halal bi halal kembali digelar di Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Jumat (3/4/26). Kegiatan yang berlangsung di bulan Syawal ini dimanfaatkan oleh Kepala Desa setempat untuk mengajak seluruh warga meningkatkan kekompakan dan mempererat silaturahmi.
Sebagai informasi, halal bi halal merupakan tradisi khas Indonesia yang telah ada sejak lama, bahkan sebelum kemerdekaan. Tradisi yang dilakukan setelah Idulfitri ini berupa kegiatan silaturahmi dan saling memaafkan antar keluarga, tetangga, maupun masyarakat luas.
Muhammadiyah disebut-sebut sebagai pelopor modernisasi tradisi halal bi halal. Pada tahun 1924, Muhammadiyah telah menggunakan istilah “Alal Bahalal” dalam majalah Suara Muhammadiyah untuk menyampaikan permohonan maaf dan menjalin silaturahmi antar anggota.

Umumnya, acara halal bi halal diisi dengan ceramah keagamaan, hiburan, serta makan bersama. Ajang ini menjadi momen penting untuk mempererat tali persaudaraan dan saling memaafkan kesalahan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Wangunjaya, Hanapi, menyampaikan kondisi anggaran desa yang mengalami penyesuaian. Menurutnya, terjadi pemotongan anggaran kurang lebih delapan puluh persen. Selain itu, ia juga menginformasikan bahwa tidak ada lagi dana perjalanan dinas.
“Dengan adanya acara pengajian di bulan Syawal ini, mari kita jalin silaturahmi dan tingkatkan kekompakan seluruh warga Wangunjaya,” ujar Hanapi mengakhiri sambutannya.
(Latu)
Tidak ada komentar