Ironi di Parung: Warga Pingsan Kelelahan Menunggu Pejabat di Acara Peresmian Klinik

Admin
23 Des 2025 16:17
Daerah 0 149
2 menit membaca

BOGOR, ANGKARANEWS.ID – Peresmian Klinik Utama Rawat Inap Parung di Desa Cogreg, Kabupaten Bogor, pada Selasa (23/12/2025), justru mencatat “korban” sebelum fasilitas tersebut resmi beroperasi.

Acara yang seharusnya menjadi simbol kemajuan layanan kesehatan berubah menjadi tontonan miris setelah puluhan warga harus berdesakan dan menunggu berjam-jam demi jajanan gratis.

Ratusan warga, kebanyakan ibu-ibu dan lansia, telah memadati lokasi sejak pukul 07.00 WIB. Mereka berharap dapat mencicipi jajanan dari 18 UMKM yang disiapkan panitia. Namun, hingga tiga jam lebih, tidak satu pun stan dibuka. Warga dibiarkan menunggu di bawah terik matahari tanpa kejelasan.

Berdasarkan keterangan salah satu panitia, Roni, keterlambatan itu sengaja dilakukan. “Kami dapat instruksi untuk tidak membagikan jajanan sebelum bupati datang ke UMKM,” ungkapnya.

Kebijakan tersebut memicu penumpukan massa dan antrean panjang. Akibatnya, sedikitnya dua orang ibu-ibu pingsan akibat kelelahan dan terik matahari. Ironisnya, korban justru harus dilarikan ke dalam klinik yang sedang diresmikan fasilitas yang belum beroperasi penuh.

Kejadian ini memicu kemarahan warga. Abdullah, salah seorang warga, mengkritik, “Ini acara kesehatan, tapi malah bikin orang sakit. Kalau begini, di mana tanggung jawab panitia?” ujarnya.

Alih-alih menunjukkan peningkatan layanan, peresmian klinik ini justru mengesankan seremonial dan kedatangan pejabat lebih diutamakan ketimbang keselamatan warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada permintaan maaf atau klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

Tokoh muda setempat, Yandi, berkomentar, “Fasilitas kesehatan boleh megah, tapi tanpa empati dan manajemen yang manusiawi, peresmian hanya akan menjadi panggung kosong.” ujarnya.***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *