Kerusuhan Suporter di Jasinga Tewaskan 1 Orang, Kapolres Bogor Tinjau Lokasi

Admin
18 Agu 2025 20:09
Hukrim 0 452
2 menit membaca

Angkaranews.id– Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto meninjau langsung lokasi kerusuhan antarwarga di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Senin (18/8/2025) dini hari. Insiden ini berawal dari konflik antarsuporter sepakbola yang berujung bentrok hingga menewaskan satu orang.

Menurut Kapolres, keributan pertama terjadi pada 26 Juli 2025 saat pertandingan turnamen sepakbola tingkat RW antara Kampung Kalong Dagul dan Kampung Peuteuy. Akibat insiden tersebut, Polsek Jasinga memediasi pihak terkait, termasuk Pemdes Kalong Sawah, panitia penyelenggara, dan suporter. Hasilnya, disepakati bahwa turnamen dihentikan.

Namun, tanpa pemberitahuan ke polsek, turnamen kembali digelar pada 9 Agustus 2025 dengan penyelenggara berbeda. Sebanyak 10 tim berpartisipasi, kecuali Kampung Peuteuy.

Pada 17 Agustus 2025, pertandingan final antara Kampung Parung Sapi Kaum dan Kalong Dagul digelar di Lapangan Labora, Kalong Dagul. Kalong Dagul menang dengan skor 1-0.

Setelah pertandingan, sekitar pukul 17.45 WIB, suporter dan pemain Parung Sapi meninggalkan lapangan. Saat melintasi Kampung Peuteuy, mereka melakukan pawai dengan menggeber motor, memicu kemarahan warga setempat. Bentrok pun terjadi, menyebabkan beberapa orang terluka akibat lemparan batu dari pihak Parung Sapi.

Sekitar pukul 19.00 WIB, aksi saling serang terjadi di Jalan Raya Jasinga antara warga Parung Sapi dan Peuteuy. Akibatnya, seorang warga Parung Sapi, Sanger, tewas setelah terkena sabetan senjata tajam di perut. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Jasinga sebelum dirujuk ke RSUD Leuwiliang, namun meninggal dalam perjalanan.

Selain korban jiwa, empat warga Peuteuy juga mengalami luka-luka:
– Aril: Luka lemparan batu
– Idil: Luka senjata tajam
– Billy: Luka di pelipis mata
– Botak: Luka di mulut

Kapolres Bogor memastikan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab dan pelaku kerusuhan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan tidak mengambil tindakan anarkis.

(R-MAN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *