
ACEH UTARA, ANGKARANEWS.ID — Jalan utama di Simpang Rangkaya, Kecamatan Tanah Luas, berubah menjadi lautan manusia pada malam Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Sejak selepas Maghrib, ribuan warga dari berbagai desa di sekitar Tanah Luas tumpah ruah memenuhi badan jalan untuk mengikuti pawai takbir keliling dan merayakan malam kemenangan.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus manusia bergerak perlahan namun tertib dari arah Simpang Rangkaya menuju pusat kota Tanah Luas. Warga dengan penuh semangat mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil. Suara takbir berkumandang bersahut-sahutan, menciptakan suasana khidmat sekaligus meriah di sepanjang jalan.
Kepadatan arus lalu lintas mencapai puncaknya di kawasan Simpang A1 dan Simpang Rangkaya. Jalan proyek vital PGE di Simpang Rangkaya mengalami kemacetan total akibat padatnya ribuan kendaraan bermotor dan mobil yang melintas, belum termasuk warga yang menonton di pinggir jalan.
Kepadatan tertinggi terjadi tepat di persimpangan Rangkaya. Titik ini menjadi pusat kumpul karena menghubungkan beberapa gampong besar seperti Gampong Blang Jruen, Keude Blang Jruen, Paya, Rayek Kuta, Gampong Alue Mi, dan Gampong Rayek Kuta. Anak-anak, remaja, orang tua, bahkan para ibu dengan bayi di gendongan turut meramaikan malam takbiran.
“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan tertib,” demikian pernyataan dari pihak kepolisian setempat.
Seluruh warga Tanah Luas tampak larut dalam kebersamaan menyambut Hari Raya Kurban tahun ini. Tradisi malam takbiran bukan sekadar ritual tahunan, melainkan menjadi simbol persatuan dan pengingat akan semangat pengorbanan yang diajarkan dalam peristiwa Idul Adha.
“Rasanya haru melihat anak muda sekarang masih semangat takbiran. Semoga tahun depan lebih ramai lagi, dan kita semua diberi kesehatan untuk bisa berkurban,” ujar Hamzah (62), tokoh masyarakat yang ikut menyaksikan dari pinggir jalan.
Aparat kepolisian dari Polsek Tanah Luas bersama TNI dan Satpol PP disiagakan di titik-titik rawan kemacetan. Jalan PGE di Simpang Rangkaya ditutup sementara untuk kendaraan roda empat mulai pukul 19.30 WIB hingga 23.00 WIB guna memberi ruang bagi peserta takbiran.
Kapolsek Tanah Luas, Ipda Marzuki, menyampaikan bahwa tidak ada insiden berarti selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah situasinya kondusif. Masyarakat sangat kooperatif, anggota Polsek Tanah Luas mengoordinasikan dengan baik. Kami hanya fokus mengatur arus dan memastikan keamanan,” jelasnya.
Memasuki pukul 23.30 WIB, kepadatan mulai mereda. Pemotor dan mobil yang sebelumnya memadati jalan proyek vital PGE sudah mulai berkurang. Warga pun berangsur-angsur kembali ke gampong mereka masing-masing. Suasana malam takbiran di Tanah Luas tahun ini berlangsung meriah, tertib, dan penuh khidmat hingga akhir.
(MN)
Tidak ada komentar