Protes Warga Gampong Jawa Memuncak, Hanya 131 KK Tercatat dari 1.300 Korban Banjir

Admin
21 Feb 2026 18:19
Daerah 0 42
2 menit membaca

ACEH TIMUR, ANGKARANEWS.ID – Ratusan ibu-ibu dari Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, menggelar aksi unjuk rasa di Pendopo Bupati Aceh Timur dan Kantor Camat Idi Rayeuk, Kamis (19/2/2026). Mereka mempertanyakan kejelasan data korban banjir hidrometeorologi yang dinilai simpang siur dan meresahkan warga.

Kedatangan massa sekitar pukul 13.45 WIB itu dipicu oleh dugaan pencoretan lebih dari 900 kepala keluarga dari total 1.300 KK yang tersebar di lima dusun. Dalam data yang beredar di masyarakat, hanya 131 KK yang tercantum sebagai penerima bantuan.

Aksi tersebut dihadiri oleh Tuha Peut, Sekretaris Desa, perwakilan lima dusun, tokoh masyarakat, awak media, serta aparat keamanan yang melakukan pengamanan.

Sejak banjir melanda, polemik pendataan disebut beberapa kali memicu ketegangan di tingkat desa. Warga mengaku bingung dengan proses verifikasi yang berbelit dan tidak transparan, sehingga menimbulkan kegaduhan di internal Gampong Jawa.

Sebelumnya, perwakilan warga berinisial H bersama sejumlah tokoh telah mendatangi pihak terkait untuk meminta klarifikasi. Informasi yang diterima warga menyebutkan sekitar 450 KK dinyatakan tidak lolos verifikasi, namun di lapangan jumlah korban terdampak jauh lebih banyak.

Dalam pertemuan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, hadir langsung menemui warga. Ia ditunjuk sejak 9 Januari 2026 menggantikan Afifullah oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, untuk mempercepat penanganan dan pendataan korban banjir.

Syahrizal berupaya menenangkan massa dan menjelaskan mekanisme pendataan serta proses verifikasi yang sedang berjalan. Ia mengajak masyarakat bersama-sama mengawal perbaikan data agar ke depan lebih akurat dan tidak menimbulkan polemik baru.

Usai mendapat penjelasan dari Plt BPBD dan pihak Kantor Camat Idi Rayeuk, massa aksi membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing dengan pengawalan aparat keamanan.

Meski demikian, warga menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga seluruh korban banjir terdata secara adil dan transparan. (Samsul)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *