Kekayaan Fantastis Kombes Budi Hermanto Disoroti, CBA Minta Reformasi Polri Periksa Asal-Usul Harta

Admin
14 Nov 2025 16:50
Nasional 0 274
2 menit membaca

ANGKARANEWS.ID– Nama Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, ramai diperbincangkan publik. Sorotan ini tidak hanya terkait perannya dalam pengungkapan kasus dugaan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo, tetapi lebih pada laporan kekayaannya yang mencapai Rp52 miliar. Angka tersebut menuai kecaman dan cibiran di media sosial.

Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyebut angka kekayaan Kombes Budi Hermanto sebagai angka yang “fantastis” dan “nyaris seperti abrakadabra”. Menurutnya, mustahil kekayaan sebesar itu dikumpulkan hanya dari menabung gaji seorang perwira menengah Polri.

Uchok kemudian memaparkan perhitungan sederhana. Jika Budi Hermanto berdinas selama 10 tahun, ia harus menabung sekitar Rp438 juta per bulan untuk mencapai total Rp52 miliar. Dengan dinas 15 tahun, tabungannya harus Rp292 juta per bulan. Bahkan jika masa dinasnya 30 tahun, ia tetap harus menyisihkan Rp146 juta setiap bulannya.

“Kalau sudah berdinas 200 tahun, mungkin bisa nabung Rp21 juta per bulan,” sindir Uchok pada Jumat (14/11/2025).

Ia juga menyoroti perbedaan mencolok antara tingkat kemakmuran perwira Polri dan TNI berpangkat setara.

“Kekayaan selevel Kombes saja sudah jadi miliarder. Apalagi Jenderal, susah menghitung kekayaannya. Kombes Polri bisa hidup mewah, sementara Kolonel TNI untuk membiayai kuliah anak saja harus cari sana-sini,” tegas Uchok.

Merespons hal ini, CBA mendesak Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera membentuk tim internal. Tim ini diminta memeriksa sumber-sumber harta kekayaan anggota Polri, termasuk milik Kombes Budi Hermanto dan Kombes Pol. Adi Benny Cahyono, yang pernah tercatat memiliki uang tunai sebesar Rp5,2 miliar.

“Harus diperiksa asal-usulnya, dari mana duit itu semua,” tegas Uchok.

Di akhir pernyataannya, Uchok menyampaikan kritik mendasar terhadap institusi Polri. Ia menegaskan bahwa Polri harus kembali ke core business-nya, yaitu menangani kriminalitas. “Polri jangan masuk ke ranah politik atau membeking tambang. Itu bukan tugas mereka,” tutupnya.

(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *