Jalan Nasional Jasinga-Cigudeg Rusak Parah, Pemuda Turun Tangan: Pajak Rakyat ke Mana?

Admin
21 Feb 2026 15:16
Daerah 0 26
2 menit membaca

BOGOR, ANGKARANEWS.ID – Di tengah bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, sejumlah pemuda di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar aksi sosial menambal jalan berlubang di ruas Jalan Raya Nasional Jasinga–Cigudeg. Aksi yang berlangsung pada Sabtu (21/2/26) ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan yang setiap hari harus melewati jalur rusak tersebut.

Dengan peralatan seadanya, para pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Bogor Barat ini terlihat sibuk menimbun lubang-lubang yang menganga di badan jalan. Namun di balik semangat gotong royong itu, tersirat kekecewaan mendalam terhadap ketidakhadiran negara di tengah persoalan infrastruktur yang seharusnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Jalan nasional Jasinga–Cigudeg merupakan jalur vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Namun ironisnya, status jalan nasional justru berbanding terbalik dengan kondisinya. Berlubang di sana-sini, genangan air menggerus aspal, dan pengendara harus ekstra waspada menghindari lubang yang siap mencelakakan.

Berdasarkan Pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, perbaikan jalan nasional merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Namun faktanya, masyarakat masih harus berjuang sendiri untuk menambal lubang di jalan yang setiap hari mereka lalui.

Ironi lain yang tak bisa ditutupi adalah soal pajak. Setiap hari masyarakat membayar pajak kendaraan, pajak bahan bakar, dan berbagai pungutan lainnya. Namun alih-alih menikmati fasilitas publik yang layak, mereka justru harus mengeluarkan tenaga dan biaya sendiri untuk menambal kerusakan yang seharusnya sudah diperbaiki negara.

“Ini bukan sekadar aksi sosial. Ini tamparan moral bagi pemerintah,” ujar Dery, salah satu penggagas aksi, ditemui di lokasi.

Dery, bersama Dede dan Dindin yang menjadi motor aksi tambal jalan, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari keprihatinan dan rasa tanggung jawab terhadap keselamatan bersama. Mereka berharap aksi ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh.

“Semoga dengan adanya aksi kepedulian ini, pemerintah segera hadir. Sehingga kepercayaan rakyat kembali terbangun. Pajak yang setiap hari kami bayarkan harus kembali dalam bentuk fasilitas publik yang layak, salah satunya jalan akses yang mulus dan aman,” harap Dede.

Aksi nyata ini melibatkan berbagai elemen, antara lain Komunitas Pemuda Bogor Barat, KNPI, Karang Taruna, sejumlah jurnalis, serta pegiat sosial dan lingkungan. Mereka bersatu padu menunjukkan bahwa kepedulian terhadap keselamatan bersama tidak bisa ditunda menunggu birokrasi yang lamban.***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *