Janji Manis Kades, Jalan Rusak Tak Diaspal: Warga Tuding Ada Penyelewengan di Tanjong Drien

Admin
26 Des 2025 14:41
Daerah 0 422
2 menit membaca

ACEH UTARA, ANGKARANEWS.ID – Warga Gampong Tanjong Drien, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, diliputi keresahan akibat dugaan penyelewengan Dana Desa tahun 2025.

Anggaran yang dialokasikan untuk pengaspalan jalan sepanjang 300 meter itu hingga kini tak kunjung terealisasi, meski dana tahap pertama dan kedua diklaim telah dicairkan.

“Kami hanya dijanjikan saja, tapi jalan tidak dibangun-bangun. Padahal anggarannya sudah ditarik,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga menuding Kepala Desa (Geuchik) setempat, Abubakar, kerap memberikan janji tanpa tindakan nyata.

Persoalan tak hanya berhenti di jalan. Pembangunan balai tempat berdoa di area pemakaman, yang rencananya tuntas tahun 2024, juga masih terbengkalai. Kondisi ini semakin menambah kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa.

Kejanggalan lain muncul menyusul pemilihan kepala desa yang baru saja berlangsung. Padahal, masa jabatan Abubakar seharusnya baru berakhir pada 16 Januari 2026. Warga mempertanyakan alasan percepatan pilkades, sementara proyek-proyek tahun sebelumnya masih menggantung.

Masyarakat mendesak Bupati Aceh Utara untuk tidak melantik kepala desa terpilih sebelum semua proyek pembangunan tahun 2025 diselesaikan secara transparan. “Kami ingin kejelasan dan pertanggungjawaban atas dana desa yang sudah ditarik,” tegas salah seorang warga.

Saat dikonfirmasi, anggota Tuha Peuet (BPD) Gampong, Ramli AG, mengaku tidak mengetahui detail perkembangan proyek. Ia menyebut Geuchik telah melaporkan hal tersebut ke pihak kecamatan.

Camat Paya Bakong, saat dikonfirmasi terpisah, menjelaskan bahwa anggaran pembangunan balai doa tahun 2024 telah sesuai RAB. “Saya cek penganggaran di tahun 2024 di APBG Tanjong Drien dan RAB memang hanya sebatas seperti yang selesai saat ini. Seharusnya untuk menyelesaikan, harus ada lanjutan di APBG 2025,” jelasnya.

Upaya konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Abubakar menemui jalan buntu. Abubakar diduga tidak aktif dan bahkan memblokir nomor telepon wartawan yang berusaha menghubunginya.

Kasus ini kini menjadi sorotan utama di Gampong Tanjong Drien. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan mengusut tuntas dugaan penyelewengan ini, serta memastikan pembangunan yang tertunda segera diselesaikan demi kesejahteraan bersama. (Samsul Bahri)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *