75 Mahasiswa PMII Segel Kantor UPT Wilayah IV Ciampea, Tuntut Yudi Dicopot

Admin
6 Jun 2026 07:36
Daerah 0 53
2 menit membaca

BOGOR, ANGKARANEWS.ID – Gema tuntutan pencopotan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Wilayah IV Ciampea menggema di tengah terik matahari, Jumat (06/06/2026). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), didominasi dari Institut Agama Islam (IAI) Sahid Kabupaten Bogor, menggelar aksi unjuk rasa di kantor UPT setempat.

Dalam aksi yang berlangsung sekitar siang hari hingga menjelang magrib itu, sebanyak 75 mahasiswa dengan berbagai atribut langsung menggelar orasi di halaman kantor UPT Wilayah IV Ciampea.

Para mahasiswa melontarkan sejumlah tuntutan, yang paling utama adalah meminta Kepala UPT, Yudi, untuk mundur dari jabatannya. Mereka menilai Yudi tidak becus dalam mengelola administrasi serta tidak memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai pimpinan.

Ketegangan memuncak saat dialog berlangsung. Banyak pertanyaan dari mahasiswa yang tidak dijawab dengan memuaskan oleh Yudi. Kondisi ini dinilai sebagai blunder yang merugikan posisi Kepala UPT.

“Saat dialog berlangsung, Kepala UPT tidak mampu memberikan jawaban yang tegas dan memuaskan. Ini membuktikan ketidakpahamannya,” ujar salah satu koordinator lapangan yang ikut memantau jalannya aksi.

Merasa tidak mendapatkan kejelasan, para pengunjuk rasa mengambil langkah tegas dengan menyegel kantor UPT Jalan dan Jembatan Wilayah IV. Penyegelan ini akan dibuka hanya jika seluruh tuntutan dipenuhi.

Ketua Komisariat PMII sekaligus Ketua Aksi, Agus Indra Permana, menjelaskan kepada media bahwa selama dua tahun Yudi menjabat sebagai Kepala UPT, ia dinilai tidak menguasai administrasi kantor. Salah satu buktinya adalah dokumen Perencanaan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan tahun 2026 yang tidak bisa diperlihatkan kepada mahasiswa.

“Kami sudah meminta dokumen perencanaan pemeliharaan tahun 2026, namun tidak bisa ditunjukkan. Dari sini kami simpulkan bahwa Kepala UPT Wilayah IV sudah tidak layak dan harus dicopot dari jabatannya,” tegas Agus.

Para mahasiswa menekankan bahwa jalan adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Kondisi jalan yang rusak di wilayah tersebut telah menimbulkan banyak kerugian, bahkan kecelakaan lalu lintas.

“Kepentingan masyarakat adalah prioritas. Jalan yang rusak membahayakan pengguna jalan. Kami tidak bisa tinggal diam,” tambah Agus.

Menjelang waktu magrib, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. Aksi berlangsung dalam situasi yang relatif damai dan kondusif berkat pengamanan dari personel Polsek Ciampea, Cibungbulang, Darmaga, serta Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Ciampea.

Namun, para mahasiswa memberikan peringatan tegas. Mereka akan kembali dengan jumlah yang lebih besar jika seluruh tuntutan pencopotan Kepala UPT Yudi tidak segera dipenuhi.

(Ivick Suryasa)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *