
ANGKARANEWS.ID– Asosiasi Pelaku Usaha Getah Pinus Aceh Tengah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) atas pengaktifan kembali sistem GANISPH PT. Jaya Media Internusa (PT. JMI).
Keputusan ini mengakhiri kebuntuan distribusi getah pinus yang telah berlangsung selama seminggu dan mengancam perekonomian ribuan petani.
Sulaiman Bakri, perwakilan Asosiasi, menyambut gembira langkah strategis BPHL tersebut. Ia menjelaskan, penghentian sementara administrasi pengangkutan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) sempat memicu gangguan ekonomi yang serius di lapangan.
“Kami bersyukur GANISPH PT. JMI kembali aktif. Selama seminggu, getah menumpuk dan tidak terdistribusi. Ini mengganggu perputaran ekonomi dan membuat petani khawatir produknya rusak,” ujar Bakri, Senin (24/11/25).
Bakri menegaskan bahwa kebijakan BPHL selaras dengan amanat hukum nasional. “Langkah ini adalah wujud keberpihakan yang sesuai dengan UU Kehutanan dan UU Perlindungan Petani, yang mengutamakan kemakmuran rakyat dan kepastian usaha,” tegasnya.
Komitmen untuk memperkuat sinergi juga disampaikan. Asosiasi berjanji mendukung PT. JMI dalam memenuhi kewajiban regulasinya, seperti penyelesaian dokumen SLO IPAL.
“Kami ingin memastikan industri getah pinus di Aceh Tengah berjalan lancar, taat aturan, dan memiliki kepastian usaha. Hambatan distribusi tidak boleh terulang lagi,” kata Bakri.
Ditekankannya, PT. JMI memainkan peran vital sebagai satu-satunya pabrik pengolahan getah pinus di Aceh Tengah. Keberlangsungan operasinya adalah tulang punggung ekonomi masyarakat dan kontributor penting Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kebijakan yang menyangkut operasional PT. JMI harus mempertimbangkan dampak sosial-ekonomi yang luas,” tambahnya.
Asosiasi mengajak semua pemangku kepentingan untuk terus menjaga sinergi dan koordinasi, memastikan kebijakan kehutanan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan normalnya kembali distribusi getah pinus, para petani kini dapat kembali menjual hasil bumi tanpa kendala, dan denyut perekonomian daerah pun kembali berdenyut. (SB)
Tidak ada komentar