Keluarga Korban Begal Baduy Desak Kapolri Bertindak, Ancam Kerahkan Ratusan Ribu Masyarakat ke Jakarta

Admin
7 Nov 2025 22:59
Hukrim 0 138
2 menit membaca

ANGKARANEWS.ID– Keluarga Revan, warga Suku Baduy Dalam yang menjadi korban pembegalan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mendesak Kapolri dan jajaran kepolisian untuk segera bertindak menangkap para pelaku. Keluarga menegaskan tidak akan tinggal diam dan mengancam akan mengerahkan ratusan ribu masyarakat dari berbagai wilayah ke Jakarta jika kasus ini tidak segera diungkap.

Insiden pembegalan tersebut menyebabkan Revan mengalami luka bacok di bagian lengan. Para pelaku merampas barang dagangannya berupa madu, uang hasil penjualan sebesar Rp3 juta, dan satu unit ponsel.

Dani Saeputra, salah satu anggota keluarga yang dihubungi pada Jumat (7/11/2025), mengonfirmasi bahwa kondisi Revan (telah mulai membaik).

“Kondisinya sudah mulai membaik, dan kami dari pihak keluarga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar pelaku bisa cepat ditangkap,” ujarnya.

Dani menyatakan bahwa keluarga dan masyarakat Baduy lainnya mengecam keras tindakan kejihatan tersebut. “Kami mengecam keras tindakan pelaku, dan berharap supremasi hukum benar-benar ditegakkan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kasus ini telah sepenuhnya diserahkan kepada Polsek Cempaka Putih, dan keluarganya percaya polisi dapat segera mengungkapnya.

Namun, Dani juga menyampaikan ultimatum. “Kami yakin Pak Kapolri tidak akan tinggal diam… Namun, jika pihak kepolisian tidak berhasil mengungkap kasus pembegalan ini, maka kami yang akan bergerak ke Jakarta. Ratusan ribu masyarakat dari berbagai wilayah akan berdatangan untuk membantu aparat,” kata Dani dengan tegas.

Dalam perkembangan terpisah, Dani juga membantah pernyataan seorang oknum Gubernur DKI Jakarta yang menyangkal adanya penolakan Rumah Sakit (RS) terhadap Revan. Menurutnya, pernyataan tersebut adalah berita hoax.

“Menurut kami, oknum gubernur DKI Jakarta itu sudah menyebarkan berita hoax. Faktanya jelas ada penolakan dari RS yang masih kami rahasiakan namanya. Kami sudah mengantongi nama dan alamat lengkap RS tersebut, serta pengakuan dari kedua belah pihak, korban dan pihak RS,” jelas Dani.

Dani mengatakan bahwa identitas RS yang menolak akan dibuka ke publik setelah pelaku pembegalan ditangkap. “Setelah pihak pelaku begal ditangkap oleh aparat, baru kami akan usut tuntas soal RS yang menolak Revan,” pungkasnya. (R-MAN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *