
Angkaranews.id– Masyarakat Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, antusias menyambut kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM). Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari Pemerintah Desa, Muspika, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, hingga dinas terkait. Kepala Desa (Kades) Karyasari, Supriyadi, memimpin langsung kegiatan tersebut pada Senin (2/6/2025).
Dalam sambutannya, Camat Leuwiliang berpesan agar kegiatan serupa dijadwalkan secara rutin, baik setiap Jumat bersih maupun pada bulan bhakti berikutnya. “Kami minta Pak Kades dan seluruh perangkat desa serta masyarakat agar kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkala,” ujarnya.
Hendra Sanjaya, Kesra Desa Karyasari, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong kali ini merupakan yang ke-22 dan terbagi menjadi beberapa jalur.
“Kami fokus di jalan kabupaten sepanjang 4,5 km. Pada Senin (27/5/2025), kami membersihkan Kali Neglasari di sepanjang jalan raya dari RW 07 hingga RW 02,” jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan, setiap RW diharapkan rutin melaksanakan gotong royong bersih lingkungan secara mandiri. “Pemerintah desa akan melakukan monitoring, tetapi pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing wilayah,” ucap Hendra.
Asep Yusuf, pendamping Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kecamatan Leuwiliang, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. “Kebersihan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan kita semua. Jika lingkungan rusak, kita berhutang pada generasi mendatang,” tegasnya.
Ia mengapresiasi semangat BBGRM di Kecamatan Leuwiliang, yang kini diikuti oleh seluruh desa. “Selama ini baru satu-dua desa yang aktif, tetapi dengan BBGRM, semua desa turut serta. Ini luar biasa,” ujar Asep.
Menurut Asep, sampah di wilayahnya didominasi oleh plastik dan organik. Untuk mengatasinya, DLH mengedukasi masyarakat tentang pengolahan sampah organik menjadi kompos, maggot, atau pupuk. Sementara sampah anorganik dipilah untuk dijual.
“Di Desa Barengkok, sampah plastik bahkan diolah menjadi batako melalui proses press dengan suhu tinggi. Ini menjadi contoh inovasi yang patut dikembangkan,” ungkapnya.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi pengelolaan sampah, Desa Karyasari berkomitmen menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan untuk generasi mendatang. (Hendrik)
Tidak ada komentar