Tangis Pesisir Aceh Utara: Satu Dusun Lenyap, Warga Bertahan di Tenda Enam Bulan Pasca Bencana

Admin
27 Mei 2026 13:05
Peristiwa 0 86
3 menit membaca

ACEH UTARA, ANGKARANEWS.ID – Bencana hidrometeorologi yang melanda pesisir utara Aceh tidak hanya melumpuhkan Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon. Wilayah pesisir di Kecamatan Lapang, Sawang, dan Bungkah juga mengalami kerusakan parah akibat abrasi dan banjir rob yang terus terjadi sejak Mei 2026.

Gampong Lhok Puuk kembali menjadi saksi bisu ganasnya abrasi. Jalan desa nyaris putus, sementara rumah-rumah warga, tambak, sawah, dan fasilitas umum hilang ditelan laut. Satu dusun di Lhok Puuk sudah harus direlokasi karena seluruhnya hancur secara bertahap.

Namun, penderitaan tidak berhenti di sana. Di Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, abrasi air laut baru-baru ini menerjang tanggul di bibir pantai yang juga berfungsi sebagai akses jalan utama masyarakat. Tanggul jebol, menyebabkan air laut masuk hingga ke daratan dan merendam huntara (hunian sementara) serta rumah-rumah warga.

Kepanikan pecah. Masyarakat berlarian menyelamatkan harta benda dan diri mereka ke rumah sanak keluarga di wilayah yang lebih tinggi. Aktivitas warga lumpuh total, dan trauma banjir rob kembali menghantui.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah pesisir Kecamatan Sawang dan Bungkah. Banjir rob merendam permukiman, merusak tambak udang, dan mengikis daratan yang sebenarnya sudah menyusut sejak puluhan tahun lalu. Warga di sana pun mendesak pembangunan tanggul pemecah ombak permanen sebelum desa mereka benar-benar hilang.

Frustrasi warga kini memuncak. Selama puluhan tahun, ancaman banjir rob dan abrasi sudah menjadi rutinitas. Namun, penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) dari pemerintah pusat dinilai belum menyentuh akar masalah.

Presiden Prabowo Subianto diklaim tidak ingin rakyatnya menderita. Namun, rekonstruksi akibat abrasi di Desa Lhok Puuk dan wilayah pesisir lainnya terkendala karena seluruhnya dilaksanakan oleh pemerintah pusat dengan anggaran yang fantastis. Sayangnya, hingga kini pekerjaan tersebut belum juga dikerjakan oleh kementerian terkait.

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, S.E., M.M., membenarkan bahwa sumber dana rehab rekon sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat.

“Kami hanya memfasilitasi dan membantu tanggap darurat semampu Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Sudah beberapa kali kami ajukan permohonan melalui BPBD Aceh Utara untuk disampaikan ke BNPB pusat, selanjutnya ke Kementerian Penanggulangan Bencana dan Presiden,” ujarnya.

“Sampai kapan kami tenggelam karena banjir rob?” tanya Bachtiar, Panglima Laut Seuneuddon, mewakili suara warga pesisir Seunuddon, Lapang, Sawang, dan Bungkah.

Gampong Lhok Puuk, Kuala Cangkoi, Sawang, dan Bungkah bukan lagi cerita terpisah. Ini adalah krisis pesisir Aceh Utara yang sistemik.

Dalam pertemuan dengan Bupati Aceh Utara, seorang rekan media mempertanyakan secara langsung permasalahan pasca bencana, mulai dari jadup (jalan darurat), huntab (hunian tetap), dana banjir, hingga rekonstruksi infrastruktur.

“Kapan selesai dikerjakan? Sudah enam bulan lebih rakyat masih tinggal di hunian sementara dan tenda-tenda. Apakah pemerintah pusat tidak tahu lagi tentang keberadaan Kabupaten Aceh Utara? Apakah Aceh Utara sudah hilang dari peta Republik Indonesia?” ucap wartawan tersebut dengan nada kesal dan sedih.

Seorang warga yang ditemui di lokasi juga menyampaikan langsung harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Bapak harus tahu. Ketika kami awak media datang ke Lhok Puuk, Kuala Cangkoi, Sawang, Bungkah, Langkahan, dan 25 kecamatan lain di Aceh Utara, tangisan kecil dan raut wajah rakyat yang kusam menaruh harapan kepada kami untuk menyampaikan berita luka dan duka langsung kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

“Rakyat yang terimbas hanya bisa bertahan. Harta benda kami hilang semua, sawah-sawah kami menjadi lumpur. Kebutuhan sehari-hari hanya kami harapkan dari saudara dan donatur. Lapangan kerja hilang, pendidikan anak-anak terhenti, rumah kami hilang,” sambungnya.

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, membenarkan bahwa masih banyak program rehab rekon yang belum terealisasi sempurna. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap sepenuhnya kepada pemerintah pusat untuk terus memacu penyelesaian semua permasalahan pasca bencana banjir di wilayahnya.

Warga Lhok Puuk berharap Presiden Prabowo Subianto dapat turun langsung ke desa mereka dan tempat-tempat lain di Kabupaten Aceh Utara untuk melihat kondisi nyata di lapangan.

(MN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *