
Angkaranews.id– Aliansi Insan Pers Bogor Raya (AIPBR) menggelar audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, pada Rabu (16/4/2025), di ruang kerjanya.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang diskusi kritis seputar pembangunan Bogor, mulai dari transparansi APBD-P 2024, masalah pendidikan, infrastruktur, hingga pengelolaan aset daerah.
Pertanyaan Kritis Soal Pengesahan APBD-P 2024
Audiensi sempat memanas ketika Penasihat AIPBR, Leo Purba, mempertanyakan peran Sastra Winara dalam pengesahan APBD Perubahan 2024 yang disahkan pada 25 Agustus 2024. Leo menyinggung minimnya sosialisasi anggaran tersebut kepada publik.
Sastra menegaskan bahwa saat pengesahan APBD-P, dirinya masih menjabat sebagai Ketua Komisi dan baru dilantik sebagai Ketua DPRD dua hari kemudian. “Seluruh detail anggaran bisa diakses melalui aplikasi SIRUP,” ujarnya.
Suasana sempat tegang ketika Sastra merasa pertanyaan Leo terkesan interogatif. “Ini audiensi atau mau ribut?” tanyanya. Namun, diskusi tetap berlangsung produktif.
Sektor Pendidikan Jadi Sorotan Utama
Sekretaris Jenderal AIPBR, Rachman, menyoroti minimnya daya tampung sekolah negeri dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). “Hanya 30% pendaftar yang diterima, ini sangat memberatkan masyarakat kecil,” ujarnya.
Wakil Ketua AIPBR, Supriyono, mempertanyakan alokasi anggaran pendidikan yang besar namun tidak sebanding dengan perbaikan sarana sekolah. “Banyak sekolah rusak, ke mana dana dialokasikan?” tanyanya.
Masalah Infrastruktur dan Aset Daerah
Pembina AIPBR, Andri, mengingatkan pentingnya pengawasan tanah eks-HGU agar tidak disalahgunakan. Sementara Wakil Humas AIPBR, Adam, menyoroti lambannya proses penyerahan aset perumahan ke pemerintah, yang berakibat pada terbengkalainya fasilitas umum.
Komitmen Bersama untuk Bogor yang Lebih Baik
Ketua Umum AIPBR, Aliv Simajuntak, menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif, media, dan masyarakat. “Media hadir untuk mengingatkan, legislatif harus merespons dengan bijak,” tegasnya.
Sastra Winara pun membuka diri terhadap semua masukan. “Saya apresiasi AIPBR. Mari jadikan media sebagai mitra yang kritis namun konstruktif,” ucapnya.
Audiensi ditutup dengan foto bersama dan harapan agar komunikasi antara AIPBR dan DPRD Kabupaten Bogor terus terjalin demi kemajuan daerah.
Tidak ada komentar