
BOGOR, ANGKARANEWS.ID – Warga Kampung Nyomplong RT 03/RW 12, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, meluapkan keluhan mendalam terkait kondisi infrastruktur yang terus terabaikan. Mereka merasa “dianaktirikan” lantaran akses jalan utama, baik jalan lingkungan (jaling) maupun jalan pemda di wilayah mereka, mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun tanpa penanganan yang menyeluruh.
Keluhan ini semakin terasa karena masyarakat melihat berbagai proyek pembangunan jalan gencar dilakukan di wilayah sekitar, sementara nasib Kampung Nyomplong seolah luput dari perhatian. Warga menilai bahwa pembangunan infrastruktur di wilayahnya tidak berjalan merata.
Meskipun beberapa proyek besar telah berjalan di daerah lain, warga di tingkat kampung seperti Nyomplong masih menantikan realisasi perbaikan yang langsung menyentuh pemukiman mereka. Banyak titik akses yang hingga kini masih terhambat oleh kerusakan infrastruktur, yang diperparah oleh faktor alam.
Ketua RT setempat, Sardi, menyoroti adanya kesenjangan pembangunan yang cukup mencolok antara tahun 2023 dan 2025. Menurutnya, pada masa jabatan kepala desa sebelumnya di tahun 2023, Kampung Nyomplong masih mendapatkan perhatian berupa bantuan pembangunan. Namun, memasuki tahun 2025, wilayahnya justru mulai terabaikan.
“Sekarang rasanya kami dianaktirikan. Belum ada realisasi pembangunan atau perbaikan jalan yang signifikan,” ujar Sardi, mencerminkan kegelisahan warganya.
Pernyataan tegas dari RT Sardi ini menjadi desakan konkret agar pemerintah desa segera mengalokasikan Dana Desa 2025 untuk pemerataan infrastruktur. Warga berharap Kampung Nyomplong tidak terus tertinggal dan mendapatkan keadilan pembangunan yang sama seperti wilayah lain yang sudah lebih dulu tersentuh perbaikan.
(Kudil)
Tidak ada komentar