Longsor Berturut-turut Tutup Akses Tanjakan Jengkol Malasari, Pembersihan Masih Berlangsung

Admin
17 Mei 2026 12:17
Peristiwa 0 13
2 menit membaca

BOGOR, ANGKARANEWS.ID – Hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana longsor di jalur Tanjakan Jengkol, tepatnya di Kampung Babakan, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Peristiwa itu terjadi pada Kamis malam, pukul 23.00 WIB (14/5/26).

Longsoran material tanah dan batu menutup seluruh badan jalan, membuat akses utama warga setempat lumpuh total. Yang lebih memprihatinkan, kejadian serupa ternyata berlangsung selama dua malam berturut-turut di lokasi yang sama.

Kaur Perencanaan Desa Malasari, Agus, saat ditemui Angkaranews di lokasi longsor, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang terus-menerus menjadi pemicu utama kerusakan tebing di titik rawan tersebut.

“Iya, kejadian ini terjadi dua malam berturut-turut. Malam pertama longsor kecil, tapi malam Kamis ini yang paling parah. Materialnya besar-besar dan langsung menutup seluruh akses jalan,” ujar Agus dengan nada prihatin.

Menurut Agus, kejadian ini cukup membuat was-was warga yang hendak melintas, terutama pengendara motor.

“Kami bersyukur, sejauh ini belum ada korban jiwa. Tapi kerugian material dan waktu cukup besar. Aktivitas warga jadi terhambat, apalagi jalur ini penting untuk distribusi logistik dari dan ke desa,” tambahnya.

Pantauan Angkaranews di lokasi, hingga Jumat pagi (15/5/26), tim dari UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan VI Cigudeg langsung bergerak cepat. Satu unit alat berat eskavator dikerahkan untuk memindahkan material longsor.

“Saat ini sudah ditangani oleh UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan VI Cigudeg. Proses pembersihan material tanah dan batu masih berlangsung menggunakan ekskavator. Mudah-mudahan siang nanti sudah bisa dibuka satu lajur,” ungkap Agus.

Agus juga menyampaikan apresiasinya kepada tim UPT yang sigap, meskipun medan Tanjakan Jengkol cukup sulit dan rawan longsor susulan.

Di sela-sela pendampingan warga, Agus menyampaikan harapannya melalui Angkaranews.

“Harapan saya, warga yang melintas tetap berhati-hati. Jangan memaksakan diri saat hujan deras turun di malam hari. Untuk pemerintah, kami berharap ada perhatian lebih, mungkin pembuatan dinding penahan tebing di titik-titik rawan longsor seperti Tanjakan Jengkol ini. Jangan hanya datang saat longsor, tapi ada langkah antisipasi permanen,” ujar Agus dengan tegas.

Ia juga berharap proses pembersihan bisa rampung maksimal sebelum akhir pekan, mengingat akan datang Bupati Bogor pada acara Hari Jadi Bogor yang akan di helat di Desa Malasari.

“Semoga cuaca mendukung. Kalau hujan tidak turun lagi, paling tidak besok pagi akses sudah normal kembali. Tapi kami tetap imbau kewaspadaan ekstra,” tutup Agus.

(Rahman Efendi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *