
ACEH UTARA, ANGKARANEWS.ID – Sebagai wujud kepedulian terhadap akses pertanian masyarakat, Keuchik Gampong Alue, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Sanusi, menggerakkan kerja padat karya untuk membersihkan saluran tersier dan seluruh parit yang tersumbat lumpur pasca banjir tahun 2025 di Aceh Utara.
Pekerjaan padat karya yang dibiayai dari Dana Desa (DD) ini berhasil membersihkan saluran sepanjang lebih dari 2.500 meter. Pengerjaan dilakukan secara manual oleh masyarakat dengan menggunakan peralatan sederhana berupa cangkul dan sekop.
Keuchik Sanusi menjelaskan bahwa pembersihan ini bertujuan agar aliran air dari saluran sekunder ke saluran tersier dapat terealisasi dengan cukup. Dengan demikian, kebutuhan air untuk persawahan masyarakat terpenuhi, sehingga proses tanam padi menjadi lebih mudah dan teratur.
“Pertanian masyarakat akan lebih mudah dan teratur dalam bercocok tanam padi,” tutur Sanusi kepada awak media, Sabtu (16/5/2026).
Dijelaskannya, pasca bencana banjir hidrometeorologi, Gampong Alue sempat tergenang air setinggi lebih dari 2 meter. Rumah warga banyak terdampak lumpur, termasuk fasilitas rumah, tempat ibadah, persawahan, hingga saluran irigasi. Genangan dan lumpur bertahan selama sepekan karena Gampong Alue berada langsung di pinggiran Sungai Alue Masyhik.
Akibat kejadian itu, masyarakat Gampong Alue mengalami banyak kerugian. Hingga saat ini, belum ada bantuan dari pemerintah untuk penanggulangan pasca banjir, baik untuk normalisasi saluran maupun ganti rugi uang banjir.
Berbekal efisiensi dan semangat kebersamaan yang digagas Keuchik Sanusi, seluruh saluran dapat dibersihkan. Ia berharap langkah ini dapat mewujudkan pertanian yang lebih baik dan hasil panen yang lebih maksimal.
“Saluran bersih, air akan mengalir dengan bagus. Hasil panen melimpah, petani akan bahagia, makmur, dan sejahtera,” tutup Sanusi.
(MN)
Tidak ada komentar