Bocor dan Khawatir Roboh: Keprihatinan Warga Bogor Direspons Langsung Wali Kota

Admin
27 Des 2025 18:26
Daerah 0 100
2 menit membaca

KOTA BOGOR, ANGKARANEWS.ID – Sebuah laporan media mengungkap kondisi memprihatinkan sebuah keluarga di Kampung Bojong RT 02/RW 08, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Keluarga Adin Kusnandar dan Sri terpaksa menghuni rumah yang sangat tidak layak, bocor, dan dikhawatirkan roboh saat hujan turun.

“Kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Rumah puluhan tahun ini sering bocor, plafonnya membusuk dan rapuh karena terus terkena air,” keluh Sri, istri Adin, Sabtu (27/12/2025).

Kondisi tersebut tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mengancam kesehatan mental anggota keluarga. Sakira, anak mereka, sering mengalami trauma saat hujan deras karena takut rumah akan roboh menimpa keluarganya. Kesulitan kian bertambah karena sang suami, Adin, sering harus bertugas sebagai security di malam hari, meninggalkan Sri bersama anak-anaknya.

Keluarga ini juga hidup dalam keterbatasan fasilitas dasar. Mereka tidak memiliki dapur dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang layak. Untuk buang air besar, mereka terpaksa menggunakan becak atau toilet di atas kali.

Yang lebih miris, keluarga Adin dan Sri mengaku belum pernah sekalipun merasakan bantuan sosial pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan lainnya.

Merespons laporan tersebut, Wali Kota Bogor Dedi Rachim langsung bergerak cepat. Saat dikonfirmasi, ia segera menginstruksikan jajaran Dinas Sosial (Dinsos) melalui Tim Tanggap Reaksi Cepat (TRC) untuk meninjau langsung lokasi.

Tim TRC yang didampingi pengurus RT dan RW pun segera bergerak ke lokasi untuk memverifikasi kebenaran laporan dari awak media berinisial BA.

Wali Kota juga menyarankan agar keluarga tersebut direlokasi sementara waktu ke Rusunawa (Rumah Susun Sewa) untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Saya menginginkan warga ini segera mendapatkan perhatian serius dari dinas terkait,” tegas Dedi Rachim.

Adin Kusnandar menyampaikan terima kasih atas respons cepat pemerintah, khususnya Wali Kota Bogor. “Saya berterima kasih atas tanggapan yang cepat ini,” ujarnya.

Ia juga berharap agar pemerintah, mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW, dapat lebih adil dan tidak pandang bulu dalam menyalurkan bantuan seperti PKH. “Agar tidak ada kesenjangan sosial,” pintanya.

Permintaan utama keluarga ini adalah prioritas bantuan perbaikan atau pembangunan rumah. Kekhawatiran akan robohnya rumah yang mereka tinggali terus menghantui setiap hari, terutama saat musim hujan tiba.***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *