
BOGOR, ANGKARANEWS.ID – Suasana kekeluargaan dan kebersamaan menyelimuti Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Bahjah, Kampung Cigamea, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada hari Sabtu (18/4/2026). Keluarga Besar Rumah Santri menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi yang berlangsung dengan penuh khidmat.
Acara yang digelar pasca Idul Fitri 1447 H ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Hadir antara lain Pimpinan Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH. Buya Yahya, KH. Kukuh, KH. Bubung Burhanudin, KH. Tatang Mubarok, Panglima Rumah Santri Isak Romli (Ki Pacul), Kepala Desa Situ Udik Mamat Matsudin, serta para ketua RT/RW, Kadus, dan jemaah Rumah Santri.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Dalam sambutannya selaku tuan rumah sekaligus ketua panitia, KH. Kukuh menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. “Saya merasa terhormat bisa menjadi tuan rumah dalam acara Halal Bihalal dan Silaturahmi Rumah Santri. Mohon maaf apabila dalam penyambutan maupun hidangan terdapat kekurangan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari KH. Buya Yahya mengungkapkan rasa bangganya. “Kami merasa bangga dengan adanya kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi ini. Insya Allah, tempat kami ini menjadi berkah,” tuturnya.
Ketua Rumah Santri, KH. Edi Najamudin, dalam sambutan terakhirnya menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Saya sangat berterima kasih kepada Pimpinan Ponpes Al-Bahjah, KH. Buya Yahya khususnya, dan kepada Pimpinan Ponpes Al-Bahjah Bogor, H. Kukuh, yang telah ikhlas menjadi tuan rumah. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan rezeki yang berlimpah,” ucapnya.
Puncak acara diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh KH. Tatang Mubarok. Dalam ceramahnya, beliau menjabarkan tentang pentingnya kejujuran dan amanah di zaman sekarang.
“Pada masa Rasulullah, umat saat itu sangat takut kepada Allah. Jangankan korupsi atau mengambil hak orang lain, ketika kehilangan atau menemukan sesuatu di jalan, baik barang maupun uang, mereka merasa takut untuk memilikinya,” ujar KH. Tatang Mubarok.
Beliau kemudian mengkontraskan dengan kondisi saat ini. “Namun pada zaman sekarang, banyak manusia yang tidak lagi takut dengan ganjaran dan laknat Allah. Mereka diliputi sifat hubbud dunya (cinta dunia),” tegasnya.
Acara ditutup dengan suasana haru dan penuh maaf. Seluruh jemaah santri yang hadir saling bermaafan dan melanjutkan kegiatan silaturahmi.
(Ivick Suryasa)
Tidak ada komentar